Pemkab Lembata Jual Pariwisata ke Dunia lewat Gelaran Festival Paralayang

Pemkab Lembata Jual Pariwisata ke Dunia lewat Gelaran Festival Paralayang

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melepas balon saat pembukaan Festival Paragliding Competision, Jumat (15 November 2019) di Bukit Cinta Lembata.

Lembatanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata yang telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector dan primemover pembangunan di Kabupaten Lembata terus berupaya mempromosikan pariwisata ke dunia internasional. Salah satu langkah promosi yang sedang digalakkan Pemkab Lembata saat ini adalah dengan menggandeng Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordirga) Gantole Paralayang Indonesia (PGPI) Pusat  dan Federasi Aero Sport Indonesia menggelar Festival Paragliding Competision di Bukit Cinta Lembata (BCL), Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabukaten Lembata yang dibuka pada Jumat (15 November 2019) dan digelar hingga Minggu (17 November 2019).

Festival Paragliding Competision dibuka Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pada Jumat (15 November 2019) dihadiri Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordirga) Gantole Paralayang Indonesia (PGPI) Pusat Joko Bisowarno dan para atlet peserta lomba paralayang dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Lembata.

Bupati Lembata Elisaer Yentji Sunur saat membuka Festival Paragliding Competision di BCL meminta kepada 26 atlet paralayang yang hadir untuk menjual foto BCL dan diviralkan untuk membantu promosi pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata Lembata secara khusus.

Diakuinya, olahraga paralayang memang merupakan olahraga baru bagi masyarakat Lembata yang dua kali ditampilkan di BCL saat Festival Tiga  Gunung.

Pelaksanaan Festival Paragliding Competision kerja sama PGPI menghadirkan atlet senior dan mencoba agar olahraga ini jadi olahraga masyarakat.

“Pemerintah telah berencana mendorong olahraga airosport dilaksanakan di Lembata dalam rangka menarik minat wisatawan,” kata Sunur.

Tahun depan, jelasnya, pemerintah bekerja sama dengan Kemenpar akan lakukan pelatihan paralayang dan Lembata jadi satu harapan tempat kompetisi paralayang.

Selanjutnya akan digelar Festival Pelangi Nusantara dari TNI AURI pada Maret tahun depan yang pesertanya dari 16 negara uang tidak hanya sebagai tontonan tetapi mampu menggairahkan perekonomian dan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Ketua PGPI Joko Bisowarno memberikan sambutan saat pembukaan festival.

Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordirga) Gantole Paralayang Indonesia (PGPI) Pusat Joko Bisowarno mengakui bahwa lokasi BCL cocok untuk olahraga paralayang sehingga pada Sabtu Minggu akan dilakukan paralayang untuk meramaikan festival paralayang dan untuk menarik wisatawan yang senang olahraga paralayang menuju Lembata.

“Kalau para peminat mulai berdatangan, maka otomatis akan diperlukan penerbang-penerbang paralayang yang ada di sini dan tinggal di sini untuk melayani wisatawan yang berkunjung ke sini,” kata Joko.

Sesi pertama perlombaan dimulai Sabtu dan pada Minggu untuk sesi II dan III. Lomba diikuti.28 peserta yang terdiri atas 21 peserta laki-laki dan tujuh peserta perempuan yang berasal dari DKI Jakarta Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *