Pantau Pekerjaan Jalan Provinsi, Ini Kata DPRD Provinsi NTT

Pantau Pekerjaan Jalan Provinsi, Ini Kata DPRD Provinsi NTT
Anggota Komisi 4 DPRD NTT Aleksander Take Ofong saat berbicara dalam kunker di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan,, Kamis, 24 September 2020. 

Lembatanews.com – Anggota Komisi 4 DPRD NTT, Aleksander Take Ofong Ofong menjelaskan, sejak 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah mengalokasikan anggaran untuk pengerjaan jalan provinsi di Kabuoaten Lembata. Tahun 2020 juga telah dikerjakan ruas jalan provinsi yang saat ini sedang berjalan dan hampir rampung. Ruas jalan yang dikerjakan yakni Balauring – Wairiang sepanjang 9 Kilo Meter (KM) yakni sepanjang 2 KM hotmix (HRS) dan 7 KM perkerasan atau GO. Sedangkan ruas Waijarang -Wulandoni, 1 Kam HRS dan 2 KM GO.

“Waijaran -Wulandoni untuk buka akses ke Lamalera agar mobilitas makin baik dan geliat pariwisata tumbuh,” kata Alrks Ofong.

Dijelaskannya, dalam kunjungan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat beberapa waktu lalu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur meminta agar Pemprov membantu menangani 18 KM jalan menuju Lamalera. Sehingga, telah disepakati antara Gubernur dan Bupati dan dijawabi Gubernur untuk membangun 18 KM jalan menuju Lamalera.

Setelah disetujui Gubernur, maka diajukan ke Dewan dan sudah diletakkan dalam KUA-PPAS APBD NTT 2021 yakni 2 KM skema HRS dan 16 KM dengan skema GO.

“Total anggaran Rp19,8 miliar untuk ruas jalan Waijarang – Lamalera dan Balauring – Wairiang Rp8,8 miliar sehingga totalnya mencapai 29 miliar lebih,” katanya.

Ia berharap, dengan turun dan melihat langsung kondisi jalan yang ada, baik yang sudah dikerjakan maupun yang belum dikerjakan, sekembalinya dari Lembata tak ada lagi kendala untuk ditetapkan.

“Kunker ini harap apa yang sudah ada bisa bertahan dalan.pembahasan RAPBD 2021. Jangan kurang tapi tambah boleh.
Harap kunjungan ini bisa beri inspirasi dan sekaligus jadi komitmen Dewan berjuang bangun NTT termasuk Lembata agar masyarakat bangkit dan keaejahteraan bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, anggota Komisi 4 DPRD NTT lainnya Yohanes de Rosari dihadapan warga Kedang dalam kunker ke Wairiang, Desa Umaleu Kecamatan Omesuri, Kamis, 24 September 2020 mengapresiasi langka cerdas Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam membangun infrastruktur NTT. Disadari benar bahwa jika hanya mengandalkan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) maka ruas jalan provinsi sepanjang lebih kurang 960 KM tidak dapat dituntaskan hingga 2023 sesuai target Gubernur VBL dan Wakil Gubernur JNS (Josef Nae Soi).

Karenanya, Pemprov mengambil langkah brilian berupa pinjaman daerah pada Bank NTT dan PT Sarana Multy Infrastructur (SMI). Pinjaman dari Bank NTT yang telah ditandatangani sebesar Rp150 miliar dan PT SMI sebesar Rp189,7 miliar lebih, sehingga total pinjaman saerah pada 2020 mencapai Rp339,7 miliar lebih.

Ia juga mengapresiasi, karena dalam refocusing anggaran akibat Pandemi Covid-19, anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tidak ikut dialihkan untuk penanganan Covid-19. Sehingga, pekerjaan jalan dan jembatan dapat ditindaklanjuti memanfaatkan dana pinjaman daerah dimaksud.

Tahun ini, Pemprov menargetkan menuntaskan 450 KM panjang jalan, dan sisanya dilnjutkan oada 2021.

Sehingga, saat ini di wilayah Kedang dan Nagawutun telah dibangun jalan dengan skema HRS dan GO sehingga masih ada ruas jalan yang berdebu.

“Pembangunan jalan dengan GO maksud gubernur adalah untuk.memperrbaiki jalan yang rusak berat. Untuk jawab rusak berat dengan lngsung hotmix sulit karena kemampuan keuangan tidak bisa. Kalau tidak.lakukan pinjaman jelas tidak bisa bangun tuntas jalan. Sehingga Pemprov harus lakukan pinjaman untuk selesaikan,” kata Hoat aapan akrab de Rosari.

Selanjutnya pada 2021, Lembata kembali mendapatkan suntikan anggaran pembangunan jalan dengan dana yang sangat signifikan mencapai Rp29 miliar.

Sementara itu, Direktur PT Lima Satu Merdeka Michael Tan, kontraktor pelaksana pekerjaan ruas jalan Waijarang – Lamalera mengatakan, sebagai pengusaha lokal Lembata, pihaknya berkomitmen mengerjakan jalan provinsi yang ditangani secara baik.

Saat ini, terangnya, pekerjaan-pekerjaan mayor sudah dituntaskan, dan tingfal pekerjaan-pekerjaan minor seperti pengecoran bahu jalan.

Ia menargetkan pekerjaan dapat dituntaskan sebelum jatuh tempo kontrak.

Pekerjaan peningkatan jalan Waijarang – Wulandoni di Kabupaten Lembata
Tahun Anggaran : 2020 tersebut, jelasnya, dilakuka konttak kerja pada 30 Juli 2020
dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender dan berakhir pada 21 November 2020.

Pelaksanaan pekerjaan, terangnya, dipetakan menjadi tiga segme, yakni segmen 1 Bukit Cinta – Bukit, Stasiun 5+400 – 7 + 250 sepanjang 1,850 KM dengan konstruksi lapis pondasi agregat kelas A dan HRS base dengan lebar 4,5 meter dan tebal 3,5 cm. Bahu jalan dengan beton K-175 dan timbunan pilihan

Segmen 2 Bukit Doa – Jembatan Wae Banjar, STA. 7 + 707 – 8 + 465 sepanjang 758 meter, dikerjakan dengan konstruksinya lapis pondasi agregat kelas A dan HRS base dengan lebar 4,5 meter dan tebal 3,5 cm. Bahu jalan dengan beton K-175 dan timbunan pilihan. Selanjutnya segmen 3, STA 11+448 – 18+000 sepanjang 6,552 KM, terdiri dari STA. 11 + 448 – 16 + 450 sepanjang 5 KM dengan konstruksi grading operation (GO) Biasa yakni timbunan pilihan sepanjang 5 KM, lebar 8 meter dan tebal 30 cm

“Ada bangunan pelengkap seperti plat duiker, saluran mortar dan pasangan batu tembok penahan,” jelasnya.

Untik. STA. 16 + 450 – 18 + 000 sepanjang 1,55 KM dengan konstruksi GO plus yakni campuran tanah putih, aemen ditambah aditive. Sepajang 1,55 KM dengan lebar 5 meter dan tebal 20 cm.

“Jadi total panjang jalan yang ditangani dalam pekerjaan ini adalah 9,16 KM” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, progress pekerjaan per 25 September 2020 swsuai rencana mencapai 68,14 persen, namun realisasi melampaui target yakni 85,47 persen.

Pantauan lembatanews.com di ruas jalan Waijarang – Wulandoni pekerjaan HRS yang dikerjakan PT Lima Satu Merdeka sudah rampung demikian pula pekerjaan dengan skema GO. Sejumlah pekerja tampak sedang menuntaskan pekerjaan tambahan berupa pengecoran bahu jalan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *