Kontraktor Lokal Minta Diperhatikan, Siong, Jangan Orang China saja yang Kerja

Kontraktor Lokal Minta Diperhatikan, Siong, Jangan Orang China saja yang Kerja
Pertemuan elemen masyarakat dengan Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai di rumah jabatan eks kantor bupati, Rabu, 4 Agustus 2021.

 

Lembatanews.com – Para kontraktor lokal di Lembata menaruh harapan kepada Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata Thomas Ola Langodai agar memberikan perhatian kepada kontraktor lokal yang selama ini sulit mendapatkan pekerjaan di Lembata. Pekerjaan proyek di Lembata selama ini dikuasai kontraktor dari etnis tertentu.

Kep Siong, salah satu kontraktor dalam pertemuan dengan Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai di rumah jabatan bupati di kompleks eks kantor bupati, Rabu, 4 Agustus 2021 mengatakan, sebagai warga Lembata keturunan China, ia melihat bahwa selama ini proyek-proyek di Lembata hanya dikerjakan oleh kontraktor keturunan China. Sedangkan kontraktor-kontraktor lokal tidak kebagian porsi mengerjakan proyek.

“Kalau dapat jangan proyek di lembta orang China saja yang kerja, saya juga orang China tapi dibedakan. Kenapa orang lain dari luar bisa kerja tapi kami anak tanah tidak bisa kerja. Kalau proyek besar mereka yang kerja tapi ini yang PL juga mereka ambil semua.
Pengusaha lokal bahkan sampai rante motor putus saja tidak bisa beli. Saya bilang kamu paksa kerja proyek, jangankan beli mobil, rante sepeda putus saja tidak bisa beli,” kata Siong.

Ia mengatakan, di awal otonomi, banyak kontraktor lokal bisa mengerjakan proyek bahkan mega proyek, tetapi sekarang tidak dikasih ruang.

“Jadi saya minta tolong perhatikan kontraktor lokal,” kata Siong.

Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mengatakan, terkait pekerjaan proyek dan bicara soal kontraktor, terkadang ia heran. Karena, ketika seorang kontraktor yang mendapat PL tidak dapat untung tetapi mau mengerjakan proyek.

“Hal yang tidak msuk akal karena kasih uang muka semua, supaya bisa dapat pekerjaan supaya tahu dia kontraktor. Kita ini miskin sekali. Sering beritahu kontraktor, namanya ASN, Bupati, Wabup sudah dibeli habis oleh rakyat. Dari sepatu kaus kaki celana panjang baju alas, celana alas, topi, kaca mata, semua dibeli oleh rakyat. Tugas adalah pelayanan termasuk waktu mengurus pekerjaan kontraktor. Tetapi kenapa kau minta lagi. Katanya mereka tidak minta tapi kontraktor yang beri. Nah kalau kontraktor yang beri mereka tidak lapor saya,” kata Thomas Ola.

“Saya minta ketika ada ASN yang minta lapor saya. Saya kira tidak ada yang berani karena sama-sama berdosa. Ini lingkaran setan kejahatan. Kita ini sudah dibayar habis, sudah dibeli putus oleh rakyat dan tugas memberikan pelayanan prima,” tegasnya.

Ditegaskannya pula bahwa ketika diangkat menjadi PPK, sudah ada honor, jadi tidak boleh minta lagi dari kontraktor. Ia meminta para kontraktor untuk melaporkan kepadanya jika ada ASN yang meminta fee kepada kontraktor.

“Ada yang pergi ke bar minta beli bir, ada yang minta pangku-pangku. Benar ini, ini kenyataan. Bapa Siong berani lapor saya. Saya tidak mau main untuk hal ini karena kejujuran nomor satu. Saya tidak main-main walaupun hanya sembilan bulan sepuluh hari tapi saya mau meletakan ini secara lebih baik,” tandas Thomas Ola. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *