55 Ekor Babi di Kota Lewoleba Mati Mendadak, Kerugian Capai Ratusan Juta

55 Ekor Babi di Kota Lewoleba Mati Mendadak, Kerugian Capai Ratusan Juta
Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Lembata sedang melakukan pengambilan sampel organ babi yang mati mendadak untuk dikirim ke laboratorium BBVet Denpasar.

 

Lembatanews.com – Kematian terbak babi secara mendadak kembali terjadi di KOTA Lewoleba sejak 23 Desember 2020 yang lalu. Terhitung sudah sebanyak 55 ekor ternak babi milik warga yang dilaporkan mati dan masih terdapat 120 ekor lainnya yang sakit dan sedang dalam perawatan. Kerugian akibat matinya ternak babi itu diperkirakan mencapai Rp195 juta lebih.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq kepada Lembatanews.com kemarin menjelaskan, awal mulainya ada babi milik warga yang sakit dan mati, lalu oleh pemiliknya lalu dijual di tempat umum atau dipotong untuk leis. Sehingga, penyakit yang ada menjangkit ke ternak babi milik warga lainnya.

Dia menjelaskan, dari hasil diagnosa oleh tim dokter hewan pada Dinas Peternakan Lembata bahwa akibat kematian diduga virus hog colera, virus ASF, dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

“Belum dapat dipastikan sebab-musabab kematian. Kita masih menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar melalui pengiriman darah dan organ bagian dalam ternak babi yang baru di kirim Senin, 30 Desember 2020,” kata Kanisius Tuaq.

Untuk mengantisipasi meluasnya kematian ternak babi di Lembata, maka pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipasi, di antaranya, memberikan edukasi kepada masyarakat lewat pengumuman di media sosial, tempat keramaian, dan pengumuman keliling. Juga dilakukan pelayanan pengobatan, vaksinasi bagi ternak yang sakit.

Dinas juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak di setiap kecamatan untuk tidak membawa ternak babi dan hasil olahan ternak babi (sate babi, se’i babi, kecap babi dan lainnya) ke luar kota Lewoleba.

“Kita juga sudah lakukan pemeriksaan ternak yang mati dan mengirim sampel darah dan organ tubuh ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dilakukan uji laboratorium,” tegasnya.

Dinas, lanjutnya, juga telah membuka pos penjagaan di pintu masuk Kecamatan Omesuri di Dsa Lebewala guna meminimalisir penyebaran wabah ke wilayah Kedang yang merupakan wilayah dengan populasi ternak babi terb sat di Lembata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *