Adonara Mencekam, Enam Warga Tewas dalam Sengketa Tanah

Adonara Mencekam, Enam Warga Tewas dalam Sengketa Tanah
Aparat Polres Flotim dibantu personel TNI mengevakuasi korban tewas dari lokasi sengketa, Kamis, 5 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Sengketa tanah di Kebun Wuluwata, Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, pada Kamis, 5 Maret 2020 berujung maut. Sebanyak enam warga tewas mengenaskan dalam peristiwa yang dipicu pencabutan tanaman kelapa oleh salah satu pihak itu.

Menurut warga setempat, kejadian bermula Pada hari Kamis 5 Maret 2020, sekitar pukul 10.00 Wita, keluarga dari Hendrik mendatangi lokasi untuk mencabut tanaman kelapa yang ditanam oleh pihak Moses. Keluarga Bapak Hendrik beralasan lokasi tersebut adalah lokasi miliknya. Sehingga tindakan Moses menanam kelapa dinilai sebagai penyerobotan.

Pada Pukul 11.00 Wita Mendengar informasi tersebut pihak keluarga Moses juga datang ke lokasi Wuluwata, sehingga keributan tidak bisa dibendung. Perkelahian dengan senjata tajampun tak terhindarkan.

Kapolres Flotim AKBP Deni Abraham mengonfirmasi jumlah korban, dari suku Kwaelaga empat orang, sedangkan korban tewas dari suku Lamatokan dua orang. Adapun nama koran dari suku Kewaelaga, Moses Kopong Keda, Umur (80), pekerjaan petani. Yakobus Masan Sanga (70), pekerjaan petani, Yosep Ola Tokan, (56) pekerjaan petani, Seran Raden (68), pekerjaan petani.

Sedangkan korban dari suku Lamatokan  yakni Yosep Helu, (70), pekerjaan petani, Wilem Iya Kwasa, (80) pekerjaan petani.

Personel BKO Polres Lembata saat menuju Pelabuhan Boleng, Adonara menumpang KM El Hasan, Kamis, 5 Maret 2020.

 

Sementara dari Polres Lembata, atas permintaan Kapolres Flotim mengirimkan sebanyak 31 persnoel BKO ke Adonara dan sudah diberangkatkan pada Kamis malam. Mereka akan membantu memback up aparat Polres Flotim dalam mengamankan situasi di daerah konflik.

Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora dalam tahannya saat apel pelepasan personel BKO di Mapolres Lbata mengatakan, 31 personel sudah diberangkatkan ke Kecamatan Witihama, Kabulaten Flotim. Informasi terakhir dari kejadian di Witihama, sudah jatuh korban sebanyak enam orang.

Personel BKO Polres Lbata saat tiba di Pulau Adonara

 

“Esok laksanakan patroli dan Sseeping atau razia senjata tajam di Pelabuhan Laut Lewoleba dan juga terhadap orang-orang Lembata yang akan berangkat ke Adonara,” perintah Kapolres Simamora.

Kepada Bagian Operasi ia juga minta untuk mempersiapkan lagi 30 personel jika nanti diminta untuk dipertebal lagi pengamanan di daerah konflik

Selain itu, ia.juga meminta dilakukan patroli malam di setiap rumah-rumah penduduk asal Pulau Adonara di wilayah Lembata.

“Satuan Intelkam agar melakukan penggalangan dengan masyarakat Kabupaten Lembata asal Adonara sehingga dapat meminimalisir warga asal Adonara khususnya Kecamatan Witihama untuk berangkat ke Witihama, dalam rangka membantu keluarga di sana,” tegas Simamora.

Dikatakannya, kejadian di Witihama agar menjadi pelajaran dan Kepada Satuan Intelkam agar dapat memetakan setiap permasalahan yang terjadi dan diupayakan untuk diselesaikan. Sebab tidak mungkin suatu masalah itu terjadi secara tiba-tiba. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *