Agar tak Bermasalah, Pengelolaan DAK Harus Sesuai Juknis dan Tanpa Intervensi

Agar tak Bermasalah, Pengelolaan DAK Harus Sesuai Juknis dan Tanpa Intervensi
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Lembata Silvester Samun saat sosialisasi  di SMPN 1 Nubatukan, Selasa, 26 Juni 2200.

 

Lembatanews.com – Pengelolaandana alokasi khusus (DAK) bidang Pendidikan di Kabupaten Lembata yang sepenuhnya berada di tangan sekolah tidak diintervensi oleh dinas. Karena itu, para kepala sekolah pengelola DAK diimbau untuk melaksanakannya sesuai petunjuk teknis (juknis), dan jika menemui kendala di lapangan agar segera dikonsultasikan d Ngan tim teknis dan dinas

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata Silvester Samun di hadapan para kepala SD, SMP dan TK/PAUD dan tim teknis dalam sosialisasi Perpres Nomor 88 Tahun 2019 tentang petunjuk Teknis Penggunaan DAK Fisik Tahun 2020 dan Permendikbud Nomor 11 Tahun 2020 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan DAK Fisik Bidang Pendidikan. tingkat Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2020 di halaman SMPN 1 Nubatukan, Selasa, 16 Juni 2020.

Ia mengatakan, dalam pengelolaan DAK agar memperhatikan juknis agar dalam perjalanan tidak menimbulkan persoalan. Sekolah hanya ada tiga aspek siswa dan kurikulum, guru dan tenaga kependidikan, serta sarana prasarana.

“Cara pelaksanaan diswakeloka, sendiri kelola, berarti tanggung jawab secara benar. Sehingga jika diarahkan siapapun tidak benar. Biar mereka datang bilang kalau tidak nanti saya periksa, kalau tidak akan pindahkan. Kalau ada hal yang terjadi di lapangan agar disampaikan ke dinas. Jangan curhat di bawah pohon besar,” tegas Samun.

Dia menjelaskan, dana tahap pertama sudah keluar yang namanya uang muka untuk.menyelesaikan pekerjaan fisik. Jadi uang digunakan secara baik secara benar agar sat cairkan tahap dua fisiknya sudah ada. Jangan sampai saat pencairan tahap dua fisik tahap satunya belum ada.

“Yang paling ramai adalah meubel, itu pun diswakelola sehingga silakan mencari mitra yang baik agar tidak menimbulkan persoalan. Akan selesaikan persoalan DAK drngan mekanisme pada juknis.

Ia juga mengimbau agar dalam pengelolaan terutama pekerjaan fisik dibicarakan baik-baik terutama soal hak dan kewajiban dengan tukang. “Tahun lalu ada yang sampai setengah dan gaji tukang sudah bayar lunas lalu karena babi bunting jadi tukang pulang dan tahun depan baru kembali lagi. Realisasi tukang pun jangan bayar satu kali. Bayar sesuai progres fisik,” paparnya.

Ia meminta agar dalam pekerjaan meubel dan gedung agar memperhatikan spek. Ia meminta agar untuk meubel terlebih dahulu dilakukan survei yang berkualitas agar tak bermasalah.

Dia berharap, pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik agar Oktober semuanya sudah bisa diselesaikan terutama pekerjaan fisik dan sudah bisa dilakukan PHO. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *