Akibat Covid-19, Kementerian Agama Batalkan Pemberangkatan Jamaah Haji ke Tanah Suci

Akibat Covid-19, Kementerian Agama Batalkan Pemberangkatan Jamaah Haji ke Tanah Suci
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata menggelar sosialisasi Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 di Hotel Anissa, Lewoleba, Sabtu, 28 Agustus 2021. 

 

Lembatanews.com – Pemerintah Pusat melalu Kementerian Agama RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Tahun 2021. Untuk dapat dipahami para calon jamaah haji, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata menyosialisasikan keputusan Menteri Agama RI kepada para calon jamaah haji asal Lembata.

Sosialisasi dilaksanakan di Hotel Anissa, Lewoleba, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Lembata Pankras Kuwit dalam sambutannya mewakili Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mengatakan, ibadah haji merupakan kewajiban dasar bagi umat Islam. Bagi umat Islam yang memiliki kemampun material berupa biaya maupun kemampun fisik berupa kesehatan dan sosial yang mendukung diwajibkan menjalan rukun Islam kelima tak i menjalankan ibadah haji.

“Prosesi ibadah disajikan dalam sebuah pertemuan umat Muslim di seluruh dunia, tidak diberikan melalui ceramah tetapi melalui simbol dan ritual yang dilakukan di Tanah Suci. Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama RI telah melakukan pertimbangan manusiawi setelah melalui kajian mendalam terhadap kondisi bangsa dan kondisi dunia terutama aspek keselamatan jamaah haji, aspek teknis persiapan, dan kebijakan otoritas Pemerintah Arab Saudi akhirnya menunda keberangkatan jamaah haji tunda tahun 2021,” kata Pankras Kuwit.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, kata Pankras Kuwit, menyadari sungguh bahwa keinginan jamaah menunaikan rukun Islam kelima sangatlah besar, bahkan telah pula menanti dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun, apa hendak dikata, di tengah situasi seperti saat ini, sebagai manusia harapan itu tentu sangatlah besar tetapi seluruh rencana kehidupan berada dalam tangan Tuhan, Tuhan-lah yang menentukan.

“Sebagai insan yang lemah, kita hanya bisa berdoa semoga ujian Covid-19 ini segera usai, sehingga pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan normal kembali,” tutur Pankras Kuwit.

Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir, Pemkab Lembata selalu mengambil peran aktif dengan memfasilitasi dan mengalokasikan dana transportasi ke bandara embarkasi Surabaya pada setiap musim penyelenggaraan ibadah haji.

H Rusydin, Panitia Sosilisasi dalam laporannya mengatakan, wabah Covid-19 cenderung mengalami kenaikan, karena itu Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 memutuskan membatalkan pemberangkatan jamaah haji Indonesia musim haji tahun 2021.

Selaku Penyelenggara haji dan umrah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata perlu melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami secara utuh keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Sehingga, masyarakat bisa saling menguatkan, demi menghindari informasi sesat atau hoax.

Ia berkeyakinan, di balik keputusan pembatalan pemberangkatan tersebut, tentu ada hikmah bagi semua pihak.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata H Ishak Sulaiman mengatakan, Keputusan Pemerintah Pusat terkait pembatalan pemberangkatan adalah menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah untuk menjaga dan melindungi jiwa manusia, karena kondisi dunia yang sedang dilanda Covid-19. Pemerintah tidak mempunyai kepentingan politik apapun di balik pembatalan tersebut. (prokompim Setda Lembata/tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *