Aktivitas Ile Lewotolok Menurun, Pemerintah akan Pulangkan Pengungsi

Aktivitas Ile Lewotolok Menurun, Pemerintah akan Pulangkan Pengungsi
Pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang menempati pos pengungsian eks rumah jabatan bupati.

 

Lembatanews.com – Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan bahwa saat ini aktivitas kegempaan Gunung Api Ile Lewotolok masih terus terjadi. Hanya saja kekuatannya perlahan mulai menurun. Untuk itu, radius jarak aman yang sebelumnya mencapai 4 km diturunkan menjadi 3 km. Menyikapi penyampaian BVMBG tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata akan memulangkan secara bertahap warga yang bermukim di luar radius 3 km. Hanya saja, sebelum dipulangkan, akan terlebih dahulu digelar seremonial adat oleh tetua adat di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

Kristianto, Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, BVMBG menjelaskan, sejak 27 November mulai meletus dan diikuti letusan signifikan pda 29 November d Ngan ketinggian abu mencapai 4.000 meter dari kolom kawah, pihaknya telah menaikan status dari level II waspada ke level III awas.

Namun, hingga saat ini, tingkat letusannya perlahan mulai turun dan terakhir letusan yang terjadi d Ngan ketinggian 200-700 meter di atas puncak kawah. Kekuatan letusannya pun mulai.menurun. tapi masih terdengar suara dentuman dan suara gemuruh.

“Masih terdengar gemuruh yang menimbulkan getaran pada kaca masih terasa. Tapi itu tidak apa-apa, hanya pelepasan tekanan di sekitar puncak,” terangnya.

Ditambahkannya, pada letusan yang terjadi pada 29 November terdapat strombolian dan terjadi lokntaran.material.berupa kembang api, material panas dengan suhu di atas 500 derajat.

Selanjutnya, pada 14 Desember, letusan asap dan lontaran material di sekitar puncak. Radiusnya kurang dari 3 km.

“Kegempaan, pada saat ini sedikit sekali. Dan tidak terlalu signifikan. Tipenya dadakan dan kunci di status waspada dan diharapkan masyarakat tidak.mendekat di area puncak.karena bisa saja tiba-tiba terjadi lintaran.material,” terang Kristianto.

Dijelaskannya, jika pada 29 November lalu pihaknya merekomendasikan agar tidak mendekati area radius 4 km, demi keselamatan masyarakat dan gunakan masker karena abu vulkanis berbahaya bagi perrnafasan dan bisa menimbulkan iritas mata.

Saat ini, lanjutnya, statusnya tetap siaga dan radius waspadanya dikecilkan menjadi 3 km. Hanya saja, karena Ile Lewotolok memiliki sejarah awan panas ke arah tenggara, sehingga ke arah tenggara sangat diwaspadakan dan diimbau jangan dulu mendekat di wilayah Jontona.

“Radius 3 km dan daerah ini diharapkan dengan peta baru bisa tetap beri kenyamanan warga di sekitarnya dan Pemda bisa ambil langkah yang diperlukan untuk tindakan,” terangnya.

Sementara untuk masyarakat di luar 3 km bisa kembali ke tempat masing-masing tetapi menunggu perintah dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam rapat evaluasi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Api Ile Lewotolok di Posko Utama Senin, 21 Desember 2020 mengatakan, dengan adanya informasi penurunan aktivitas kegempaan dan radius aman 3 km maka pemerintah akan memulangkan para pengungsi.

Hanya saja, lanjutnya, pemulangan tidak dilakukan secara keseluruhan dan sebelum dipulangkan terlebih dahulu dilakukan pembersihan baik pembersihan fisik maupun non fisik.

Pemerintah, lanjutnya, akan membantu memfasilitasi pembersihan fisik dan non fisik. Karena itu ia meminta camat dan para kepala desa mengatur seremonial adat agar dilaksanakan secara serentak.

Sedangkan pembersihan fisik akan diturunkan tim dari kabupaten dibantu anak muda di masing-masing desa.

Selain bencana alam erupsi, kata Bupati Sunur, saat ini juga sedang terjadi Pandemi Covid-19. Untuk itu, walau dipulangkan, tetap harus mentaati protokol kesehatan agar tak menimbulkan masalah baru saat kembali ke kampung.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen mengatakan, sebelum dipulangkan harus terlebih dahulu dipastikan betul daerah aman agar warga bisa kembali.

“Harus tahu desa mana yang betul-betul aman dan perlu diatur jarak 250 meter dari daerah rawan,” tegasnya.ia juga mengimbau kepada warga di daerah-daerah lain yang tak mengalami bencana agar menunjukkan empati dan simpati bagi sesama korban dengan tak merayakan Natal secara berlebihan. Ia mengimbau untuk merayakan Natal dengan kegiatan yang positif.

Sementara Ketua DPRD Lembata Petrus Gero mengatakan, desa-desa yang warganya akan dipulangkan rata-rata berkebun di areal di dalam radius 3 km. Sehingga, kalaupun dipulangkan maka hal itu harus diperhatikan benar.

Ia juga mengimbau untuk memperhatikan pula kondisi anak-anak dan lansia yang sangat rentan terutama untuk menghindari penyebaran malaria dan DBD.

Rapat evaluasi tanggap darurat erupsi Gunung Api Ile Lewotolok dipimpin langsung Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Lembata, Asisten III Sekda Lembata Kedang Paulus, pimpinan OPD, para camat, dan tokoh masyarakat dari Ile Ape dan Ile Ape Timur. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *