Ande Manuk: Jadi Pemimpin Dua Periode tidak Gampang

Ande Manuk: Jadi Pemimpin Dua Periode tidak Gampang
Andreas Duli Manuk, mantan Bupati Lembata dua periode berbincang hangat dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di kediamannya, Rabu, 27 Mei 2020. Didampingi Ketua DPRD Lembata Petrus Gero

 

Lembatanews.com – Menjadi seorang pemimpin daerah atau bupati selama dua periode atau selama sepuluh tahun tidaklah gampang. Sebab, akan menghadapi begitu banyak tantangan dan hambatan yang luar biasa.

“Dua periode sepuluh tahun tidak gampang. Pemimpin bisa sepuluh tahun tidak gampang. Suka duka, tantangan luar biasa banyak. Kalau berbuat untuk.membangun daerah ini Tuhan pasti menolong kita. Saya sampaikan kepada Pak Bupati sebagi anak muda masih banyak peluang ke depan Masih banyak,” kata mantan Bupati Lembata dua periode Andreas Duli Manuk saat dikunjungi Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama istri Yuni Damayanti di kediamannya, Tujuh Maret, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Rabu, 27 Mei 2020.

Kedatangan rombongan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur didampingi istri Yuni Damayanti bersama Ketua DPRD Lembata Petrus Gero dan jajaran pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata mengunjungi mantan Bupati Lembata dua periode dan sesepuh Golkar itu begitu akrab. Suasana haru sempat menyeruak tatkala Ibu Margaretha Manuk, istri Andreas Duli Manuk menangis terharu didatangi rombongan Bupati Sunur.

Tampak Yuni Damayanti menyodorkan tisu kepada Margareta Manuk yang mulai terisak.

Dalam keheningan sesaat itu, lalu Ibu Margaretha Manuk menyampaikan terima kasih atas kunjungan dadakan itu.

Kunjungan yang sudah sekian lama tak.pernah dirasakan. Terbersit kerinduan untuk saling mengunjungi, saling menguatkan dan saling meneguhkan.

Kehadiran Bupati Sunur dan rombongan, seolah oase bagi keluarga yang pernah menjadi pemimpin di tanah Lembata ini. Walau sedang batuk dan pilek, Ande Manuk tampak segar menerima Bupati Sunur dan rombongan.

Selama ini, yang rutin berkunjung hanya mantan ajudan karena harus setiap tanggal 4 mengambil dan mengantarkan uang pensiun ke rumah Ande Manuk. Sesekali pula Kanisius Making, Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat ini yang adalah mantan ajudan beliau berkunjung. Selebihnya, jarang ada orang atau pegawai kantor di lingkup Pemda Lembata yang mengunjunginya.

Karenanya, tak heran jika kehadiran Bupati Sunur bersama istri dan rombongan disambut haru keluarga besar Manuk di kediaman Ande Manuk itu.

Dalam suasana kekeluargaan, Ibu Yuni Damayanti sempat bergurau melihat baju jas kuning milik Bapak Ande Manuk yang masih tersimpan dan tergantung apik di lemari. Ia malah meminta agar Bapak Ande mengenakan baju kebesaran Golkar itu yang lalu ditanggapi Meli Manuk, putri Bapak Ande Manuk yang mengambilnya dari lemari dan memakaikannya ke bapaknya.

Yance Sunur kemudian berdiri di belakang Ande Manuk dan keduanya pun berfoto bersama disusul sejumlah kader Partai Golkar lainnya.

Kepada Bupati Sunur, Ande Manuk memberikan petuah untuk mengakhiri masa jabatan dengan memberikan kesan yang baik demi langkah ke depan yang lebih baik mengingat usia yang masih muda, dan perjalanan karier politik yang masih panjang.

Ia bahkan memprediksi, Bupati Sunur memiliki karier politik di masa depan yang masih sangat baik, entah itu ke tingkat provinsi maupun ke tingkat pusat.

Karenanya, ia meminta agar sebagai kader Golkar yang potensial harus dikawal dengan baik agar bisa membawa nama Golkar Lembata ke depan bisa berbicara di tingkat provinsi maupun di Pusat

“Sisa waktu dua tahun ini buat tanda mata untuk dikenang rakyat Lembata. Dua Periode memimpin itu tidak gampang. Tapi kalau niatnya membangun daerah ini pasti Tuhan menolong kita, Oleh karena itu Pak Bupati masih muda, karier ke depannya masih panjang. Kalau saya dulu itu sudah habis. Saya sudah tua, tidak mungkin saya mau ke mana-mana lagi. Masih panjang Pak Bupati. Saya punya prediksi bisa ke provinsi atau pusat. Jadi Tinggalkanlah kesan yang baik di Lembata. Bupati hanya batu loncatan untuk Pak Bupati ke depan, mau ke propinsi atau ke pusat terserah Pak Bupati. Golkar tetap ada di belakang Pak Bupati,” ujar Ande Manuk.

Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata mengatakan, kunjungannya itu untuk memberikan support kepada sesepuh Golkat yang juga Bupati Lembata dua periode itu agar ia merasa selalu berada di tengah masyarakat yang pernah dipimpinnya.

Terhadap harapan Ande Manuk untuknya, Bupati Sunur mengatakan, seorang pemimpin harus punya rencana ke sana dan tidak bisa membangun semua tapi paling kurang meletakan dasar dan pedoman agar role pembangunan berjalan sesuai skema yang diletakan.

Sebagai Bupati, ia sudah mempersiapkan Ikon baru di sektor pariwisata yang menurutnya akan booming di kemudian hari hanya saat ini belum bisa dilanjutkan pembangunannya karena terkendala Pandemi Covid-19.

“Tentang apa yang mau ditinggalkan untuk rakyat, saya kira kan sangat banyak, tergantung penilaian orang. Tetapi kalau dari kasat mata ada peningkatan pembangunan di daerah, ada beberap sektor yang kita sudah mendorong itu, kita meletakan dasar supaya aktivitas dan kegiatan itu ada kontinuitas, dan bisa booming di suatu saat tertentu. Karena kalau tidak bisa sekarang, tetapi kalau dasarnya sudah kuat, dan rolenya sudah jalan, saya kira dia akan booming ke depan. Nah ini nanti kita lihat. Mungkin pariwisata akan kita buat. Tapi tapak tangan yang kita sudah buat sudah terpatri. Kita buat supaya Lembata ini ada iconiknya. Satu daerah kalau tidak ada ikon, tidak bisa. Makanya kita buat brand Lembata jadi pemicu untuk orang masuk ke Lembata. Ikonik itu sebenarnya sudah ada tinggal kita poles, tapi karena masa covid ini sehingga kita tidak lanjutkan,” ujar Bupati Sunur.

Soal prediksi ia akan ke kancah politik provinsi atau Pusat, menurutnya bukan soal hitugan.matematis tetapi harus sesuai situasional yang akan membentuk dan mengarahkan ke mana langkah politik akan diambil.

“Kalau mau kembali ke basic ya bisnis. Saya biasanya ambil keputusan pada tahap akhir karena didorong rasional dan ada yang mendorong tidak tahu dari mana dan ambil keputusan dan akan jalan. Insting politik,” katanya.

Terkait permintaan untuk meninggalkan kenangan.manis dan berkesan, Bupati Sunur mengakui bahwa membangun Lembata selama ini selalu ada banyak penilaian orang secara personal. Namun, ada perubahan dan peningkatan dan terdapat beberapa sektor yang sudah dikembangkan.

Ia juga mengakui apa yang disampaikan Ande Manuk soal tantangan dalam memimpin Lembata. Menurutnya, tantangan terberat selama.hampir sepuluh tahun memimpin Lembata adalah menghadapi masyarakat yang selalu berprasangka buruk (negatif thinking) saja. Namun, terhadap hal seperti itu selalu ditanggapi dengan happy dan menganggapnya sebagai hal positif sepanjang tidak.mrngganggu aktivitas sehari-hari. Sebab menurutnya, sebagai seorang pemimpin harus siap untuk dikritik sepanjang kritikan yang wajar, bukan malah memaki-maki. S bab, jika sudah sampai pada memaki, maka itu sudah masuk ke menyerang secara personal.

Berpamitan adalah akhir dari kunjungan singkat itu. Tanpa salaman, dan tanpa pelukan. Hanya sorot matanya memandang kepergian Bupati Sunur bersama rombongan. Ande Manuk hanya duduk di tempatnya semula.

Rumah berlantai dua yang dari luar tampak begitu megah, tampak sudah kurang terurus. Sejumlah sofa di ruang tamu tampak lusuh jarang dibersihkan. Karpet di tangga sudah lepas bagian ujung atasnya.

Plafon rumah di lantai atas pun tampak menghitam di dekat pintu karena digunakan sebagi dapur darurat. Tampak kompor minyak tanah dua unit diletakan di dekat pintu.

Kejayaan masa lalu, kini sirna sebagaimana diakui Ande Manuk sendiri. Ia sudah tua, tak bisa ke.mana-mana. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *