Antisipasi Bangkai Babi Dibuang Sembarangan, Pemkab Lembata Siapkan Lokasi Kuburan Massal

Antisipasi Bangkai Babi Dibuang Sembarangan, Pemkab Lembata Siapkan Lokasi Kuburan Massal
Kanisius Tuaq, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata saat memantau langsung penguburan massal bangkai babi di lokasi eks GOR Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, Kamis, 14 Januari 2021.

 

Lembatanews.com – Kematian massal babi akibat serangan virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika telah menimbulkan masalah baru di Kota Lewoleba dan sekitarnya. Banyak bangkai babi yang dibuang sembarangan dan tidak dikuburkan secara baik. Pencemaran lingkungan tak terhindarkan lagi.

Mengantisipasi pembuangan bangkai babi sembarangan yang dapat mempercepat meluasnya penyebaran virus ASF, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata langsung mengeluarkan kebijakan menyiapkan lokasi penguburan massal bangkai babi. Lokasi yang ditetapkan yakni di sebelah timur Pasar Lamahora, tepatnya di lokasi eks GOR Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan.

Hal itu tertuang dalam pengumuman yang dikeluarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali d Ngan nomor TUK.124/54/DISNAK/I/2021 tertanggal Rabu, 13 Januari 2021.

Dalam pengumuman itu, Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali menegaskan bahwa meningkatnya kematian ternak babi akibat ASF di Kota Lewoleba dan sekitarnya dan penanganan bangkai yang tidak tepat dengan cara dibuang sembarangan, telah menimbulkan pencemaran lingkungan dan mempercepat penyebaran virus ASF.

Karena itu, Pemkab Lembata mengimbau masyarakat agar setiap babi yang mati wajib dikuburkan secara baik di tempat masing-masing dan dipastikan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Jika pemilik babi tidak sanggup menguburkan secara baik, maka pemerintah sudah menyiapkan lokasi penguburan massal menggunakan peralatan eksavator di sebelah timur Pasar Lamahora, di lokasi eks GOR Lamahora. Oleh karena itu, peternak dapat mengantarnya ke lokasi tersebut dengan biaya sendiri untuk dikuburkan secara baik oleh petugas gabungan dari Pemkab Lembata.

Penguburan bangkai babi dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 mulai 14-28 Januari. Untuk itu diimbau kepada peternak babi atau pengantar agarembawa bangkai babi pada jam yang sudah ditentukan tersebut.

Disampaikan pula bahwa bagi pengantar yang membawa bangkai babi ke lokasi diwajibkan mendaftar pada petugas dengan menyertakan nama dan alamat pemilik ternak. Semua pengantar diwajibkan mengenakan masker, dan kendaraan akan disemprot desinfektan sebelum meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq menjelaskan, pada hari pertama dibukanya lokasi penguburan massal bangkai babi pada Kamis, 14 Januari 2021, Dinas Peternakan dan tim telah berhasil menguburkan sebanyak 29 ekor bangkai babi yang dibawa pemiliknya ke lokasi penguburan massal di sebelah timur Pasar Lamahora di lokasi eks GOR Lamahora.

Dijelaskannya pula bahwa sejak mewabah pada 23 Desember 2020 yang lalu, virus ASF telah membunuh lebih kurang 495 ekor babi di Kota Lewoleba dan sekitarnya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *