Antisipasi Kepunahan, Pemkab Larang Penjualan Kuda

Antisipasi Kepunahan, Pemkab Larang Penjualan Kuda

Lembatanews.com – Pada masa lalu, kuda merupakan  salah satu ternak andalan yang dipelihara masyarakat selain untuk pengangkut beban dan alat transportasi masa itu, juga untuk memenuhi kebutuhan daging. Namun, saat ini di wilayah Kabupaten Lembata, kuda mulai menjadi hewan langka dan.mukai jarang ditemui.

Untuk mengantisipasi kepunahan kuda di tanah Lembata, pemerintah pun mengeluarkan larangan perdagangan dan pengeluaran kuda dari wilayah Lembata yang tertuang di dalam Surat Edaran Bupati Lembata Nomor.525/1992//VII/2017 perihal Penertiban Pengeluaran Ternak Kuda.

Di dalam surat edaran Buoayi Lembata itu, mengimbau agar dalam rangka menjaga populasi ternak kuda dan memperhatikan asas kelestariannya, maka Pemerintah Kabupaten Lembata mengeluarkan kebijakan penghentian pengeluaran kuda dari Kabupaten Lembata.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten  Lembata Kanisius Tuaq menjelaskan, pengeluaran benih atau bibit ternak dapat dilakukan keluar sepanjang kebutuhan dalam daerah terpenuhi dan tidak mengganggu kelestarian ternak lokal dalam kepunahan antara lain kuda.

Apabila pengusaha ternak melakukan pengeluaran dan pemasukan tanpa mendapatkan izin dari Dinas Peternakan, terang Kanisius, maka akan mendapatkan proses penindakan.

Penindakan, lanjutnya,  dilakukan secara berjenjang dimulai dengan teguran lisan. Jika tak juga diindahkan, dilanjutkan dengan teguran tertulis. Jika teguran tertulis tak juga diindahkan, maka dilakukan penghentian kegiatan pemasukan dan pengeluaran ternak dan produksi hewan. Selanjutnya, kata dia, jika masih juga melanggar, maka akan diikuti dengan pencabutan izin usaha, pengenaan denda, dan paling terakhir sanksi pidana. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *