Antisipasi Transmisi Lokal, Pemkab Lembata kembali Rapid Test Pedagang Pasar Pada

Antisipasi Transmisi Lokal, Pemkab Lembata kembali Rapid Test Pedagang Pasar Pada

Lembatanews.com – Upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata terus dilakukan. Jika sebelumnya sudah dilakukan rapid test terhadap sepuluh orang pedagang di Pasar TPI, kali ini tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata kembali melakukan rapid test terhadap pedagang di Pasar Pada, Kecamatan Nubatukan. Rapid test dilakukan untuk menghindari transmisi lokal di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Lembata Markus Labi yang mendampingi tim medis dari Dinas Kesehatan yang dipimpin langsung Kadis Kesehatan dr Lucia Shandra melakukan rapid test, Senin, 18 Mei 2020 menjelaskan, rapid test dilakukan terhadap 13 orang orang pedagang pasar yang setiap hari berjualan tetap di Pasar Pada, yakni lima laki-laki dan delapan orang perempuan dan dipilih mewakili setiap blok yang ada dalam Pasar Pada.

Selain tim dari Dinas Kesehatan, juga dari RSUD Lewoleba, Puskesmas Lewoleba, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.

Dia menjelaskan, rapid dilakukan  secara sampling untuk mendeteksi sedini mungkin penyebaran Virus Corona. Sebanyak 13 pedagang tetap di pasar Pada dipilih dan langsung menjalani rapid test.

Dijelaskannya, selain pengambilan rapid test, juga dilakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan pasat.

Dalam sosialisasi, Labi meminta masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang sudah berulang kali disampaikan pemerintah, yakni dengan menjaga jarak, menggunakan masker kalau harus keluar rumah, dan mencuci tangan secara rutin.

Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Lembata Gabriel Bala Warat menjelaskan, sampel yang dipilih hanya berasal dari pedagang tetap di pasar itu karena pertimbangan merekalah yang tetap berada di pasar dan berpotensi besar terpapar Covid-19 dari pengunjung pasar.

Dijelaskannya, saat ini tingkat kesadaran warga pedagang sudah tinggi untuk memeriksa diri. Ini terbukti dengan beberapa pedagang yang secara sadar mengajukan diri untuk menjalani rapid test sementara peralatan test saat ini masih terbatas.

“Pedagang yang tadi menjalani rapid test merasa senang karena ia dapat merasa nyaman ketika berdagang,” jelasnya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *