Awas, Virus Demam Babi Afrika Mengintai Lembata

Awas, Virus Demam Babi Afrika Mengintai Lembata

Lembatanews.com – Virus Demam Babi Afrika atau yang dikenal dengan nama virus African Swine Fever mengintai Kabupaten Lembata. Virus yang jika sudah menyerang ini bisa menyebabkan 100 persen populasi babi mati mendadak ini mulai memasuki wilayah Timor Leste. Karena itu, antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi masuknya virus ini perlu diwaspadai dan mendorong Dinas Peternakan melakukan sejumlah langkah antisipatif.

Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor terkait selain mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk.measpdai virus ini.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq dalam sosialisasi di aula kantor Dinas Peternakan, Rabu 30 Oktober 2019) menjelaskan, demam babi Afrika di Kabukaten Lembata sejauh ini memang belum ada dan sangat diharapkan agar jangan pernah ada. Untuk.kengabtisipasi masuknya virus ini, Dinas Peternakan Kabupaten Lembata menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sektor-sektor terkait seperti dari KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba, PT. Pelni Lembata,  Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Kabupaten Lembata, Satpol PP, Dinas Koperindag, utusan kecamatan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu satu Pintu, serta pedagang pengumpul ternak di Lembata.

Dikatakannya, selain menggelar rapat koordinasi lintas sektor, pihaknya juga menyosialisasikan dan membuat imbauan yang diumumkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus mematikan ini.

Dikatakannya,  virus demam babi Afrika sudah sampai di Timor Leste dan akan sangat mudah masuk ke Lembata  melalui pintu masuk Alor yang berbatasan dengan Timor Leste.

Baru-baru ini sempat ada tiga ekor babi dari Alor, yang dibawa masuk ke Lembata melalui pelabuhan feri Waijarang. Kepada pemilik babi sempat disampaikan untuk tidak memotong dan kalau dipotong sisa makanan tidak boleh diberi makan babi tapi dikuburkan. Sedangkan darahnya sudah langsung diambil dan dikirim ke laboratorium di Bali untuk pemeriksaan.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan drh Rismawati Yunus mengatakan, soal penyakit hokcholera dan demam babi afrika, memiliki gejala yang hampir sama. Hanya saja, virus  demam babi Afrika dampaknya lebih dahsyat  yakni bisa menyebabkan 100 persen populasi mati termasuk babi hutan.

Karena itu, unuk mengantisipasi masuknya virus demam babi afrika ke Lembata, pintu Karantina Hewan memegang peranan penting dalam memfilter lalu lintas perdagangan hewan dan bahan asal hewan yang masuk dan keluar. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *