Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Dorong Lembata Pasok Kebutuhan Pangan dan Ikan ke Labuan Bajo

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Dorong Lembata Pasok Kebutuhan Pangan dan Ikan ke Labuan Bajo
Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina saat dialog dengan Pemkab Lembata di ruang rapat kantor Bupati Lembata, Senin, 2 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores dalam kunjungan perdananya ke Kabupaten Lembata mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dan masyarakat Lembata untuk memanfaatkan market yang begitu luas di Labuan Bajo dengan menjadi pemasok kebutuhan pangan baik produk pertanian, peternakan, juga produk perikanan. Sebab, hingga saat ini, kebutuhan pariwisata Labuan Bajo 86 persen masih dipasok dari luar.

Hal itu dikatakan Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina menjawab wartawan usai dialog dengan Pemkab Lembata di ruang rapat kantor Bupati Lembata, Senin, 2 Maret 2020.

Foto bersama usai dialog di ruang rapat kantor Bupati Lembata

 

Shana menjelaskan, di Lembata diperlukan design rangkaian pariwisata demi mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium. Lembata juga mestinya berkolaborasi mengembangkan pariwisata unik sehingga menjadi rangkaian yang memiliki daya tarik berbeda. Ia mencontohkan wisatawan yang datang ke Labuan Bajo karena ada komodo, selanjutnya ke Lembata karena ada penangkapan ikan paus.

Hal seperti itu, lanjutnya, mesti didesign. Untuk itu, agar tidak salah mendesignnya, diperlukan masukan dan arahan dari pemerintah derah, termasuk juga yang paling penting adalah masyaraka.

Ia juga mendorong Lembata untuk tidak saja menjadi salah satu destinasi unik, namun juga menjadi daerah yang memasok kebutuhan pangan baik.produk pertania, peternakan, juga produk perikanan untuk menyokong industri pariwisata Labuan Bajo. Sebab, saat ini 86 persen kebutuhan pangan dipasok dari luar mengingat marketnya  cukup besar di Labuan Bajo.

Pihaknya juga mengidentifikasi produk ekonomi kreatif (enkraf) di Lembata yang tidak saja untuk.market nasional tapi juga market internasional.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mendorong agar penangkapan ikan paus di Lamalera dijadikan pariwisata edukasi dan riset. Sebab, jika hanya menjual penangkapan ikan paus, tidak semua orang yang berkunjung ke sana dapat menyaksikannya.

Namun, jika  pemerintah menyiapkan area menjadi daerah riset kelautan, budaya, hasil tangkapan ikan paus dan seremonial serta riset ekonomi bagaimana masih bisa bertahan hidup, maka dapat dilakukan kapan saja.

Sehingga, para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu akan melakukan riset. Untuk riset, tentunya tak turun sendirian tetapi berkelompok dan tinggal paling sedikit tiga bukan untuk.melakukan penelitian.

“Semakin lama mereka tinggal di Lamalera, mereka bisa membelanjakan uang untuk penginapan di homestay, belanja makan-minum, dan belanja perlengkapan lainnya. Jika sakit bisa berobat. Berapa uang yang dibelanjakan di sana,” kata Langodai.

Karenanya, jika pariwisata edukasi dan riset dikembangkan maka.akan jadi menarik dan semua disiplin ilmu bisa masuk.melakukan penelitian. (tim lembatanews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *