Bank NTT Serahkan Donasi Rp236 Juta untuk Pengungsi Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok

Bank NTT Serahkan Donasi Rp236 Juta untuk Pengungsi Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok
Pimpinan Cabang Bank NTT Lembata Ruben Ludji menyerahkan bantuan kemanusiaan korban bencana erupsi Ile Lewotolok sebesar Rp236 juta kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Rabu, 23 Desember 2020.

 

Lembatanews.com – Bank NTT Cabang Lembata mewakili Bank NTT Kantor Utama Kupang menyerahkan donasi bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok. Bantuan dari masyarakat yang berhasil dihimpun melalui rekening Bank NTT Peduli sebesar Rp236 juta itu diterima langsung Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di Posko Utama Pengungsi, Rabu, 23 Desember 2020.

Pimpinan Cabang Bank NTT Lewoleba Ruben Ludji kepada wartawan usai menyerahkan donasi untuk pengungsi erupsi Ile Lewotolok, Rabu, 23 Desember 2020, mengatakan, sejak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok pada 29 November 2020 lalu, telah mengundang kepedulian dan simpati dari berbagai pihak termasuk Bank NTT.

Manajemen Bank NTT, lanjut Ruben Ludji, bergerak cepat mempersiapkan kanal pemberian bantuan sosial kepada ribuan masyarakat terdampak.

“Terkait program pemberian bantuan kemanusiaan atas nama Bank NTT, sudah berulang kali melakukan dengan menggalang dana keprihatinan internal maupun eksternal Bank NTT, dan dalam setiap aksi itu selalu mendapat banyak dukungan dari masyarakat baik perorangan maupun kelompok,” kata Ruben Ludji.

Ia menambahkan, sejak dibukanya rekening pada 1 Desember 2020 sampai dengan 22 Desember 2020, donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp236 juta yang datang dari berbagai sumber, di antaranya Otorita Jasa Keuangan, Forum Komunikasi Layanan Jasa Keuangan, Turnamen Golf LJK, dan dari donatur lainnya.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur usai menerima bantuan kemanusiaan Bank NTT menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT dan berbagai pihak yang telah menyumbang untuk para korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

Bantuan Bank NTT tersebut telah tercatat dan setiap bantuan yang masuk diaufdit.

“Dana-dana ini juga bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk pasca tanggap darurat. Kepulangan mereka (Pengungsi) juga dibiayai dan nanti setelah di sana kita tetap bantu beras, sembako, dan air bersih,” kata Bupati Sunur.

Pemerintah juga akan tetap memberikan pendampingan karena secara psikologi, mereka juga masih terganggu.

“Bunyi gemuruh sedikit saja ada yang lari dari rumah sehingga perlu didampingi. Kita (Pemerintah) juga sebenarnya belum rela pulangkan karena belum ada kepastian, karena masih ada keraguan,” tegas Bupati Sunur. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *