Basmi Malaria Bukan Hanya Tugas Tenaga Kesehatan

Basmi Malaria Bukan Hanya Tugas Tenaga Kesehatan

Lembatanews.com – Upaya membasmi malaria dan mengeliminasi totwl.kasus malaria di Kabupaten Lembata bukan saja menjadi tugas pemerintah dan tenaga kesehatan. Akan tetapi, upaya eliminasi total.kasus malaria di tanah Lembata menjadi tugas seluruh elemen masyarakt.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Lusia Sandra saat membuka pertemuan koordinasi tingkat SSR Kabupaten Lembata di Palm Hotel, Kamis (19/9).

Dikatakannya, tugas membasmi malaria bukan saja tugas orang kesehatan. Akan tetapi meruoakan tugas semua watga. Petugas kesehatan, lanjutnya, hanya memberikan penyuluhan dan mengobati. Sedangkan urusan kebersihan menjadi urusan semua elemen.

“Kita semua tahu malaria tinggal di mana dan dengan adanya koordinasi dan evaluasi ini harapkan bisa didapat masalah dan jalan keluarnya. Saya minta juga di puskesmas, pengelola program harus ada inovasinya. Jangan hanya tunggu saja dari dinas baru jalan,” tegas Lusia..

Ia mengatakan, rapat koordinasi digelar dalam rangka menurunkan malaria di Kabupaten Lembata.

Selama ini, lanjutnya, Yayasan Papa Miskin dan Perdhaki dengan segala macam cara sudah membantu pemerintah untuk menghilangkan malaria dari buni Lembata.

Fakta menunjukkan bahwa ada penurunan kasus malaria yang sangat drastis. Hanya saja, kata dia, dari.penurunan yang begitu drastis itu muncul kekhawatiran apakah sudah benar datanya, ataukah ada kesalahan dalam.analisa ya g kurang mendalam.

“Mudah-mudahan angka di bawah satu itu benar bukan karena ada pasien yang tidak terdeteksi dan tidak terobati.
Sudah berjalan sejauh ini dan dampaknya baik. Eh ada ketakutan namun semoga tak jadi kenyataan,” tegas Lusia.

Dikatakannya, dengan sembilan Puskesmas dibantu peran gereja diharapkan dapat membebaskan malaria di Lembata.

Ketua Yayasan Papa Miskin Romo Kristo Soge mengatakan, kehadiran semua elemen untuk rapat koordinasi dan evaluasi program Perdhaki dalamnpenanganan malaria di Lembata. Penanganan malaria oleh Perdhaki memasuki tahun kedua dan menangani 20 desa di Lembata. Dalam perjalanan program tidak.lepas dari kerja sama dengan Dinkes dan pelaksana program di Puskesmas dan SSR Ende.

Ia menghrapkan program pemberdayaan tujuannya selain pengobatan juga pemberdayaan masyarakat dan membangun komunikasi koordinasi serta kerja sama yang baik dengan gereja, Perdhaki, Dinkes dan Puskesmas supaya apa yang menjadi harapan dapat dirasakan.

“Bersyukur sekaligus kecemaskan tahun 2019 tingkat kasus turun dan turunnya drastis sekali. Apa benar atau tidak kita evaluasi. Ini juga untuk cari tahu kebenaran data ini dan dapatkan kepastian dari penurunan drastis angka malaria ini,” kata Romo Kristo. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *