Batalkan Kebijakan Penghentian Bantuan ke Rumah Penduduk, Kini Bupati Antar Langsung Bantuan untuk Pengungsi

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat mengantar bantuan untuk pengungsi korban Erupsi Ile Lewotolok yang ditampung di rumah penduduk, Jumat, 11 Desember 2020.

 

Lembatanews.com – Setelah mencabut rencana kontroversial penghentian bantuan pengungsi yang di tampung di rumah-rumah penduduk, kini Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama jajaran Forkopimda justru mengantar langsung bantuan untuk para pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang ditampung di rumah penduduk.

Pantauan media ini, sejak Kamis, 10 Desember 2020 dan Jumat, 11 Desember 2020, Bupati Sunur didampingi Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen dan Ketua DPRD Lembata Petrus Gero beserta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Lembata yang tergabung dalam Satgas Penanganan Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok mendatangi rumah-rumah penduduk yang menampung para pengungsi.

 

Dalam kunjungan dari rumah ke rumah itu, rombongan Bupati Sunur membawa serta sejumlah bantuan baik paket bantuan dari Presiden Jokowi maupun bantuan dari BNPB. Rombongan juga membawa serta tikar, kasur lipat dan bantal untuk dibagikan kepada para pengungsi yang membutuhkannya.

Di sela-sela kunjungan rumah itu, Bupati Sunur dan rombongan juga menghibur dan memberikan penguatan kepada para pengungsi dan berharap bencana tersebut segera berlalu agar para pengungsi bisa secepatnya kembali beraktivitas seperti biasa.

 

Bupati Sunur juga mengajak semua elemen masyarakat yang mengetahui adanya warga pengungsi yang belum mendapatkan bantuan agar diinformasikan melalui pemerintah kelurahan, kecamatan, dan kepada pemerintah kabupaten agar segera ditangani. Jangan malah dipolitisir dan terkesan menyalahkan pemerintah dengan menaikan unggahan di media sosial yang akan menimbulkan kegaduhan.

 

Kunjungannya bersama Forkopimda, lanjutnya, juga dalam rangka mengecek informasi yang ramai di media sosial. Fakta yang ditemukan, ternyata banyak informasi yang disebarluaskan di media sosial ternyata tidak benar.

“Kalau ada pengungsi yang belum dapatkan bantuan agar diinformasikan ke posko terdekat atau posko utama agar segera ditangani,” tegas Bupati Sunur.

Koordinator Bidang Humas dan O ndataan Markus Labi mengatakan, data pengungsi per Jumat, 11 Desember 2020, terdapat sebanyak 7.369 jiwa dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 1.947 KK. Jumlah tersebut merupakan prngungsi dari 16 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

 

Dari jumlah pengungsi itu, tersebar di 21 titik penampungan resmi yang disediakan pemerintah. Terdapat sebanyak 3.013 jiwa atau sebanyak 958 KK yang ditampung di penampungan resmi pemerintah. Sedangkan pengungsi lainnya tersebar di rumah-rumah penduduk baik yang ada di tujuh kelurahan, maupun yang ada di Kecamatan Lebatukan, Nagawutun, dan Omesuri. Jumlah pengungsi mandiri tersebut mencapai 4.356 jiwa atau 989 KK. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *