Blokade ke Puskesmas Lewoleba Dibuka, Tim Gugus Tugas Langsung Jemput Mahasiswa untuk Dikarantina

Blokade ke Puskesmas Lewoleba Dibuka, Tim Gugus Tugas Langsung Jemput Mahasiswa untuk Dikarantina
Aparat TNi bersama warga Desa Pada memindahkan bambu yang digunakan memblokade pintu masuk Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Rabu, 15 April 2020.

 

Lembatanews.com – Jalan masuk menuju gedung baru Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata yang sempat diblokade oleh warga Desa Pada, akhirnya dibuka pada Rabu, 15 April 2020. Warga Desa Pada akhirnya menyetujui Puskesmas Lewoleba di desa itu dijadikan tempat karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pelaku perjalanan dari daerah terpapar Covid-19.

Setelah menyepakati gedung baru yang sedang dalam proses finishing itu jadi tempat karantina, warga kemudian ke lokasi untuk membongkar material yang digunakan memblokade jalan masuk puskesmas.

Persetujuan itu diambil setelah sebelumnya dilakukan pendekatan oleh Camat Nubatukan Maria Anastasia Barabaje. Walau sempat terjadi penolakan dalam dua kali negosisi, warga akhirnya menggelar rapat yang dipimpin Kepala Desa Pada Wilfridus Masan Libur. Dalam rapat tersebut warga akhirnya menyetujui dijadikan lokasi karantina, dengan memberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata yang dituangkan dalam berita acara persetujuan.

Berita acara ditandatangani Ketua BPD Desa Pada Vinsensius M Tupen, Wakil Ketua BPD Desa Pada, Kanisius Dolet dan mengetahui Kepala Desa Pada Wilfridus Masan Libur.

Sejumlah butir persyaratan yang diajukan warga Desa Pada, yakni, Pemerintah Desa Pada meminta Pemerintah Kabupaten Lembata wajib membangun pagar keliling dengan kawat berduri menglilingi gedung puskesmas calon lokasi karantina itu.

Pemerintah Kabupaten Lembata juga diminta mengikutsertakan masyarakat Desa Pada untuk masuk dalam tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 khusunya pada bagian pengaamanan wilayah karantina.

Selain itu, pemerintah desa juga meminta menutup pintu masuk ke lokasi pabrik es agar tidak digunakan oleh pihak luar dalam kegiatan apapun selain masyarakat Pada, yang bekerja sebagai petani rumput laut di pesisir Pantai Hukung.

Mereka juga meminta agar jalan masuk menuju mata air Kebelo juga ditutup.

Pemerintah Desa Pada juga meminta Pemkab Lembata memfasilitasi pemulangan mahasiswa asal Desa Pada yang akan kembali ke Lembata setelah pandemic virus Corona berlalu.

Sekretaris Daerah Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan, warga Desa Pada sudah menyetujui Puskesmas Lewoleba dijadikan tempat karantina.

Saat ini, fasilitas di lokasi karantina Puskesmas Lewoleba di Desa Pada seperti dapur umum, kasur spons sebanyak 35 unit, selimut, bantal dan peralatan makan sudah tersedia di lokasi karantina.

“Bahkan kita sudah atur jadwal piket gugus tugas untuk tugas jaga 24 jam di sana,” kata Sekda Tapobali.

Seharusnya, kata dia, jika tidak ada penghadangan dari warga Pada, sepuluh mahasiswa yang dijemput tempo hari sudah dikarantina di Pada. Namun batal karena adanya penolakan dari masyarakat.

Sehingga, segera setelah disetujuinya Puskesmas Lewoleba sebagai tempat karantina, maka tim akan segera menjemput para mahasiswa untuk dikarantina.

Informasi yang dihimpun Lembatanews.com, pada Rabu, 15 April 2020 malam, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata dipimpin Ketua Seksi Karantina dan Isolasi Apolonaris Mayan telah menjemput para mahasiswa untuk menjalani masa karantina di Puskesmas Lewoleba. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *