Vatikan Bongkar Kuburan Cari Warga yang Hilang 36 Tahun

Vatikan Bongkar Kuburan Cari Warga yang Hilang 36 Tahun

Lembatanews.com –Vatikan memerintahkan pembongkaran dua kuburan sebagai bagian dari upaya pencarian Emanuela Orlandi, seorang remaja yang hilang secara misterius pada 36 tahun silam.

Pejabat urusan Kehakiman Vatikan, Gian Piero Milano, mengizinkan pembongkaran dua kuburan itu pada Selasa (2Juli 2019) untuk menanggapi petisi yang diluncurkan oleh keluarga Orlandi.

Orlandi menghilang tanpa jejak pada musim panas 1983 silam. Putri dari seorang karyawan terpandang Institut Pekerjaan Agama Vatikan atau Bank Vatikan itu terakhir kali terlihat saat menghadiri kelas musik di Sant’Apollinare di Roma.

Tiga dekade berlalu, keluarga Orlandi masih terus mencari keberadaan putri mereka. Hingga akhirnya, mereka mendapatkan petunjuk anonim pada musim panas lalu.

Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan bahwa petunjuk itu mengindikasikan bahwa keluarga harus mencari Orlandi “di tempat yang ditunjuk malaikat.”

Sebagaimana dilansir CNN, petunjuk tersebut menuntun mereka ke pemakaman Teutonic, di mana terdapat patung malaikat sedang menunjuk.

Usai segala daya upaya, keluarga menemukan titik cerah ketika juru bicara Vatikan, Alessandro Gisoti, mengumumkan bahwa kuburan itu dapat dibongkar pada 11 Juli mendatang.

Gisotti mengatakan bahwa kasus “yang panjang dan melelahkan” itu harus ditanggapi dengan cepat. Ia memastikan bahwa semua tulang yang dikumpulkan dalam pembongkaran kuburan itu harus dibawa untuk pemeriksaan DNA.

Menurut Gisotti, operasi pembongkaran ini akan dilakukan oleh “personel organisasi yang kompleks dan berbagai mesin” yang melibatkan Korps Gendarmerie Vatikan dan pekerja konstruksi lainnya.

Ia juga menekankan bahwa penyelidikan ini akan ditangani langsung oleh otoritas Vatikan, tak seperti sebelumnya yang diambil alih oleh aparat Italia.

Keterangan Gisotti ini kembali memicu spekulasi dan berbagai teori konspirasi terkait kasus Orlandi. Sebelumnya, sejumlah teori yang merebak mengindikasikan kasus ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari mafia hingga pemerintah Vatikan. (sumber cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *