Bukit Doa Lembata Wisata Rohani yang Mendekatkan Diri pada Alam dan Pencipta

Bukit Doa Lembata  Wisata Rohani yang Mendekatkan Diri pada Alam dan Pencipta
Pengunjung khusuk berdoa di salah satu perhentian dalam Jalan Salin Kisah Sengsara Yesus Kristus di Bukit Doa.

 

Lembatanews.com – Kabupaten Lembata memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Alam yang begitu indah telah Tuhan berikan di tanah Lomblen. Begitu mempesonanya ciptaan Sang Khalik, hingga Lembata pun dijuluki “surga kecil” oleh para pengunjung yang dibuat terkagum-kagum dengan suguhan panoramanya nan indah.

 

Keindahan itu tidak saja disuguhkan untuk dikagumi, tetapi juga untuk disyukuri. Cara orang Lembata mensyukuri keagungan ciptaan adalah dengan menghadirkan Bukit Doa di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan.

Destinasi Wisata Rohani Bukit Doa menjadi sarana mengagumi karunia keindahan, “surga kecil” yang dititipkan Tuhan kepada masyarakat Lembata.

 

Mendengar orang menyebut Bukit Doa, tentu kita akan langsung membayangkan bukit tempat orang berdoa secara khusus dan khusuk. Bukit Doa Lembata merupakan wisata rohani buatan tangan kanusia yang dipadukan dengan keindahan tiada duanya.

Bukit Doa tidak saja menyajikan sarana untuk membawa pengunjung menghadap Sang Khalik dalam doa, namun juga mengantarkan pengunjung mengagungkan Tuhan lewat syukur atas karnia alam yang indah.

 

Berada di atas ketinggian membuatnya sudah dapat dikagumi dari jarak pandang nan jauh. Dari kejauhan, pengunjung sudah dibuat terkesima dengan tampilan patung Bunda Maria setinggi kurang lebih lima meter di atas puncak bukit.

Memasuki areal Bukit Doa Lembata, kita akan terbawa dalam suasana doa yang khusuk. Jauh dari hingar bingar dan keramaian. Wisata rohani buatan itu telah ditata dengan baik. Bagi para peziarah yang ingin mengikuti Jalan Salib, kisah Penyaliban Yesus Kristus, maka dapat menyusuri dari kaki Bukit Doa.

 

Kisah sengsara Yesus Kristus telah difisualisasi lewat patung-patung sepanjang perjalanan menyusuri lereng menuju puncak Bukit Doa.

Didukung keteduhan pepohonan yang rindang, membuat pengunjung kian dibawa ke dalam kekhusukan berdialog dengan Allah Sang Pencipta.

Suguhan setiap peristiwa Jalan Salib terpampang dalam gambaran patung setinggi dua sampai tiga meter yang merupakan sumbangsih para donatur.

Ketika mulai memasuki area tanjakan di lereng bukit menuju puncak bukit, dalam doa, pengunjung disuguhkan pemandangan yang amat indah. Keindahan alam itu dapat dinikmati hingga pada patung Yesus disalibkan sebelum kemudian menuju patung Bunda Maria memangku Yesus yang diturunkan dari salib.

Bentangan alam nan indah yang dapat dinikmati dari lereng Bukit Doa.

 

Keindahan Bukit Doa bukan saja pada suguhan patung-patung yang mengisahkan kisah sengsara Yesus Kristus, namun juga dari suguhan alam nan indah yang dapat dinikmati sejak dari kaki bukit hingga puncak Bukit Doa.

Segala penat dan lelah pun seakan sirna tatkala memandang patung Bunda Maria yang seakan merangkul Anda dalam pelukan kasih-Nya.

Berminat berdoa sambil menikmati suguhan panorama nan indah, kami ajak Anda untuk berkunjung ke Lembata. Dengan jarak tak lebih dari 10 Kilometer dan waktu tempuh tak sampai 30 menit, Anda sudah bisa berkunjung ke sana baik menggunakan jasa ojek maupun angkutan umum. Mari dekatkan diri pada alam dan Sang Pencipta. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *