Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Disambut Tangis Pengungsi di Kalabai

Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Disambut Tangis Pengungsi di Kalabai
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen menyerahkan bantuan bencana yang diterima Penjabat Kepala Desa Nilanapo Yohana Fransiska Boleng di posko bencana Desa Nilanapo, Sabtu, 24 April 2021.

 

Lembatanews com – Tangis haru warga pengungsi korban banjir bandang Ile Ape ketika rombongan NasDem Peduli Bencana Lembata tiba di lokasi pengungsian di Kalabai, Parekwalang, Kecamatan Ile Ape pada Jumat, 23 April 2021. Mereka terharu melihat baliho bergambar Bunda Julie Sutrisno Laiskodat, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem dan gambar sejumlah korban banjir terutama Yuanita Kristina Lou yqng akrab disapa Nona Lou, korban banjir yang kakinya diamputasi yang dibantu Bunda Julie.

Warga pengungsi bahkan meminta agar baliho itu ditinggalkan untuk mereka karena mereka belum puas melihat gambar Bunda Julie dan Nona Lou pada baliho itu.

Rombongan NasDem Peduli turun ke lokasi pengungsian ini untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana. Bantuan yang didistribusikan berasal dari Bunda Julie Sutrisno Laiskodat dan Rahmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.

Rombongan yang dipimpin Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen selain mengantarkan bantuan sembako dan perlengkapan mandi, juga mendistribusikan air bersih untuk para pengungsi di wilayah itu.

Setelah mendistribusikan bantuan ke wilayah Ile Ape, NasDem Peduli masih terus melanjutkan pendistribusian bantuan ke wilayah Kedang yang juga terdampak bencana badai Seroja.

Pendistribusian bantuan Bunda Julie dan Rahmat Gobel diawali di Desa Wailolong, Lebewala, Nilanapo, dan Leuwayan pada Sabtu, 24 April 2021.

Desa Nilanapo terisolir sebab tergolong jauh dari Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata dan sejumlah infrastruktur rusak di hantam banjir bandang.

Tim Nasdem Peduli Bencana yang dipimpin Ketua DPD Nasdem Lembata, Hendrik Mosa Langobelen, Sekretaris Stef Tapobali dan Bendahara, Hieronimus Bokilia, bersama jajaran pengurus lainnya di antaranya Aleksander Taun, Sari, Helen, dan Bastian Pureklolon menyambangi deretan desa terdampak badai Seroja di wilayah Kecamatan Lebatukan yakni Desa Merdeka dan Kecamatan Omesuri yakni Desa Wailolong dan Lebe, Nilanapo dan Leuwayan.

Setelah Desa Wailolong dan Desa Lebe, tim kemudian bergerak menuju Desa Nilanapo, di Kecamatan Omesuri.

Desa di pesisir Utara Pulau Lembata itu berhadapan dengan kepulauan dalam wilayah administratif Kabupaten Alor.

Di desa ini, distribusi logistik bantuan Pemerintah Pusat diturunkan dengan menggunakan dua buah helikopter milik BNPB dan satu helikopter milik TNI AL.

Tim Nasdem Peduli Bencana menjangkau Desa Ninalapo melalui Desa Mahal. Dari desa itu perjalanan darat menuju pesisir Utara Lembata itu memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan kecepatan 80 km/jam.

Sesekali tim menemukan sisa kedahsyatan badai Seroja berupa tumpukan material banjir yang menyapu kebun dan pemukiman.

Memasuki Desa Nilanapo, tim berpapasan dengan sejumlah warga Desa setempat sedang mengantri di sebuah bak penampung air bersih. Warga mengaku mengambil air sisa tampungan air hujan. Warga setempatpun bertahan dengan mengonsumsi air dari Tiyu, mata air yang muncul saat musim hujan.

Desa Nilanapopun membentuk Posko Tanggap darurat di kantor Desa setempat guna menanggulangi bencana alam yang melanda 221 kk atau 845 Jiwa di Desa tersebut.

Tim Nasdem Peduli Bencanapun di sambut Penjabat Kepala Desa Yohana Fransiska Boleng serta staf desa setempat.

Yohana Fransiska menuturkan, banjir bandang telah meluluhlantakan seluruh lahan pertanian berupa jagung siap panen dan komoditi jambu mente, tumpuan ekonomi warga.

Ironisnya, lahan kebun milik warga tersebut kini sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi karena berubah menjadi lahan dipenuhi bebatuan.

Tak hanya itu, lumbung pangan dan ternak milik warga di kompleks kebun itu ikut disapu badai.

“Lungu Belo, satu-satunya sumber mata air untuk kebutuhan air bersih berikut jaringan pipanya ikut tertimbun banjir,” ujar Yohana Fransiska Boleng, penjabat Kepala Desa Nilanapo.

Tak hanya itu, pepohonan yang tumbang memutus pasokan listrik ke desanya. Sejak di hantam banjir bandang 21 hari lalu, listrik di Desa itu mati total. Meski telah menerima bantuan Genset dari BNPB, namun pihak Desa masih mengupayakan bahan bakar, bensin.

“Kesulitan karena sampai saat ini pakai uang pribadi untuk tanggulangi kebutuhan di desa. Sebab, APBDes tahun 2021 belum dicairkan. Dana desa belum bisa dipakai. Saat ini sudah selesai input di PMDes Kabupaten Lembata,” ujar Penjabat Kepala Desa Nilanapo Yohana Fransiska.

Setali tiga uang, jaringan selulerpun ikut terganggu. Beruntung, Jaringan telepon masih muncul di sejumlah titik di dalam Desa.

Penjabat Kepala Desa Yohana mengaku sejak tersapu banjir bandang, desanya terisolir.

Pihaknya telah menerima 4,7 ton bantuan logistik berupa bahan makanan dari Pemerintah Pusat yang diturunkan melalui helikopter, sementara sudah ada 26 donatur memberikan bantuan kemanusiaan ke desanya.

Namun, kini Desanya kesulitan air bersih setelah sumber mata air berikut instalasi perpipaan di sapu banjir.

Di desa Nilanapo, tim peduli bencana partai Nasdem menjadi penyumbang ke 27 menyerahkan bantuan guna meringankan beban warga.

Ketua DPD Partai NasDem Lembata Hendrik Mosa Langobelen menjelaskan, bantuan kemanusiaan yang disalurkan tim Nasdem Peduli Bencana Lembata, berasal dari dua legislator Partai NasDem di DPR RI, yakni Julie Sutrisno Laiskodat dan Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel berupa beras, air mineral, pakaian dalam wanita, kain lipa, perlengkapan mandi berupa sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, sabun cuci daiya, ember dan gayung, serta pakaian layak pakai, danmpakaian bayi.

“Kami sangat berharap, warga Desa ini segera bangkit dari keterpurukan ini. Tentang kebutuhan lahan pertanian yang sudah tidak dapat digunakan lagi, mohon pak Penjabat Kades berkoordinasi dengan Pemerintah dan Partai Nasdem bersedia mencarikan solusi agar pada musim tanam tahun berikut, petani dapat segera bekerja kembali,”ujar Ketua DPD Partai Nasdem Lembata, Hendrik Mosa Langobelen.

Setelah dari Nilanapo, rombongan bergerak menuju Desa Leuwayan. Malam mulai turun saat rombongan meninggalkan Nilanapo. Tiba di Leuwayan sudah pukul 20.00 lebih. Posko bencana sudah tutup. Beruntung ada warga berbaik hati memanggil petugas posko yang kemudian menghubungi Sekretaris Desa Leuwayan.

NasDem Peduli menyerahkan bantuan selain untuk Desa Leuwayan, juga menitipkan bantuan untuk korban di Desa Leudanung.

Selain mengantarkan bantuan untuk para korban banjir, pada kesempatan ini juga berkesempatan mengantarkan bantuan dari Bunda Julie Sutrisno Laiskodat untuk pembangunan Gereja Paroki Salib Suci Hoelea. Bantuan diserahkan Ketua DPD Partai NasDem Lembata langsung kepada pastor paroki Romo Agus Guna yang menyampaikan terima.kasih atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan gedung gereja setempat. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *