Bupati Langodai Lantik Duo Langodai dari Tujuh Pejabat Eselon II, Langodai juga yang Protes

Bupati Langodai Lantik Duo Langodai dari Tujuh Pejabat Eselon II, Langodai juga yang Protes
Tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik foto bersama Bupati Lembata Thomas Ola Langodai, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Wakil Ketua DPRD Lembata Begu Ibrahim, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan pendamping rohani.

 

Lembatanews.com – Ada yang sangat fenomenal terjadi pada acara pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama (pejabat eselon II) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata yang dilaksanakan pada Rabu, 5 Januari 2022 di aula kantor Bupati Lembata. Pasalnya, Bupati Lembata Thomas Ola Langodai melantik tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dan dua di antaranya bermarga Langodai. Hal menarik yang cukup fenomenal adalah di tengah suasana pelantikan itu, beredar rekaman suara Stanis Kebesa Langodai, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi yang menyatakan ketidakpuasannya dan protes karena tidak dilantik menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi.

Di dalam tiga penggalan pesan suara yang diperoleh lembatanews.com, pada pesan suara pertama, Stanis Kebesa Langodai tegas memprotes penetapan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi yang dalam proses seleksi juga diikutinya. Ia meminta bupati dan sekda menyampaikan nilai yang ia peroleh dan proses seleksi.

“Pak Sekda dan Bupati Thomas Ola, saya hanya butuh nilainya. Nilai itu Stanis Kebesa paling rendah atau apa. Kalau saya nilai ya terendah untuk apa saya protes. Tapi tidak enaklah, masa orang datang saya ini senior lalu saya sekretaris. Segera kasih keluar saya. Saya ingatkan pak Sekda dan pak bupati segera kasih keluar saya. Jadi staf atau di mana saja. Jangan kasih saya yang buat saya tidak terlalu dukung kamu untuk apa”.

Sementara dalam penggalan pesan suara kedua, ia lebih meminta perolehan nilai di Dinas Kominfo. “Pak Sekda, Pak Sekda tolong naikkan nilai. Pak Thomas Ola tolong naikkan nilai. Kira-kira Kominfo itu siapa yang menang. Persoalan menang atau kalah bukan soal. Masa kompetensi, bapak bupati omong kompetensi, (sistem) merit, eh, merit itu Stanis Kebesa urutan kedua. Saya ini pegawai lebih dulu dari orang lain. Lalu merit-nya di manabeliau berdua. Adu kasian eee. Tolong e kasih saya nilai. Kalau saya kalah saya siap.

Sedangkan di dalam pesan suara ketiga, ia meminta segera dikeluarkan dari Dinas Kominfo agar ia tidak menimbulkan kegaduhan dan memukul orang. Dalam pesan suara ketiga ini, ia bahkan mengeluarkan kata-kata makian.

Stanis Kebesa Langodai yang dikirimi pesan melalui WA belum meresponsnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali menjawab VN di ruang kerjanya sore kemarin terkait protes dan makian salah seorang ASN yang tidak kebagian jabatan mengatakan, Sebagai ASN terkususnya lagi PNS berarti taat dan menghargai organisasi dengan kode etik, kode perilaku dan aturan yang memayungi.

Ditegaskannya, dengan reaksi seperti itu, sudah jelas mengarah pada indisipliner, melanggar kode etik, nilai dasar, kode perilaku dan peraturan disiplin.

Karena itu, dalam kesempatan pertama ia akan dipanggil untuk dilakukan BAP.

“Masa PNS aeperti preman saja. Lebih baik berhenti saja dari PNS atau ASN dan jalani profesi lain, kalau tidak taat pada peraturan organisasi,” tegas Tapobali.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan terlebih dahulu membentuk tim pemeriksa yang ditandatangani oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) dalam hal ini bupati. Baru pejabat dimaksud dipanggil untuk diperiksa atas dugaan pelanggaran disiplin terhadap kewajiban dan larangan.

Terkait protes atas proses seleksi, ia menjelaskan bahwa semua orang yang mengikuti proses seleksi harus berjiwa besar. “Tiga nama yang lolos seleksi dan satu nama yang dipilih. Bukan nilai tinggi lalu menang. Bukan di situ poinnya. Jadi harus memahami peraturan,” tegasnya.

Sebab, lanjutnya, bukan karena menempati peringkat satu dalam seleksi dan langsung menempati jabatan. Dalam prosesnya, tiga nama yang ditetapkan dalam pemringkatan oleh panitia seleksi (pansel) lalu disampaikan kepada pejabat yang berwenang yakni Sekda. Selanjutnya, pejabat yang berwenang mengusulkan kepada PPK dengan melampirkan rekomendasi Pansel. Kemudian, PPK mengusupkan kepada KASN untuk ditetapkan.

“Jadi bukan peringkat satu yang ditetapkan sebagai kadis. Kalau integritas lemah bagaimana solid dan bersatu dalam tim kerja. Maka otoritas PPK dan wibawa PPK memilih atas rekomendasi pansel,” kata Tapobali.

Bupati Lembata Thomas Ola Langodai pada kesempatan pelantikan itu mengatakan, dalam pengucapan sumpah janji, kedengaran tujuh pejabat yang dilantik suaranya loyo sekali. Ia mengatakan, jika fisik loyo, maka otak juga loyo. Karena itu, setelah pelantikan tidak boleh loyo-loyo lagi.

Dikatakannya, tujuh pejabat yang dilantik untuk menduduki jabatan semata-mata karena kepercayaan yang diberikan Tuhan, kepercayaan yang diberikan leluhur, dan masyarakat lembta. Karena itu, kepercayaan yang diberikan itu harus dijaga dengan baik.

Menduduki jabatan, lanjutnya, terdapat dua hal penting yakni sebagai manajer dan sebagai pemimpin. Sebagai manajer, perannya melaksanakan fungsi manajerial di pemerintahan, yakni merencanakan dengan benar, baik, dan pantas.

“Sebagai pimpinan OPD jangan lepas sekretaris, Kabid, kepala seksi, dan operator sendiri yang lakukan perencanaan. Tugas sebagai manajer adalah melaksanakan perencanaan yang benar sesuai regulasi, karena itu jadikan regulasi sebagai acuan dalam buat perencanaan. Siapa yang taat pada regulasi regulasi akan melindungi dia,” tegas Langodai.

Terkait dungsi pengorganisasian, ia minta pejabat terlantik harus bisa melayani staf di bawahnya, baik sekretaris, Kabid, kasie pejabat fungsional, staf dan masyarakat. Mereka dituntut mengatur organisasi secara baik, dan bekerja dalam struktur organisasi karena struktur yang buat menjadi kuat.

“Jangan bekerja di luar struktur. Lakukan monitoring dan evaluasi kontinu. Satu kesalahan segera diperbaiki. Jangan tunggu sampai sepuluh kesalahan. Monitoring dan evaluasi menjadi sangat penting,” katanya.

Tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang dilantik yakni, Asisten Administrasi Umum Yohanes Berchmans Dai (jabatan sebelumnya Kabid Kewaspadaan Dini pada Kesbangpol), Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Donatus Boli (Sekretaris Bapelitbangda), Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yakobus Andreas Wuwur (Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan), Kadis Kominfo Petrus Demong (Kabag Ekonomi), Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Yoseph Raya Langodai (Sekretaris Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Kadis Perhubungan Muhamad Fajar (Sekcam Ile Ape), dan Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Simon Emi Langodai (Camat Ile Ape).

Bupati Lembata Thomas Ola Langodai juga menunjuk Irenius Suciadi, Asisten I sebagai Pelaksana tugas (Plt) Camat Ile Ape. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *