Bupati Lembata Ajak Kades dan BPD Mulai Fokus Tangani Dampak Ekonomi

Bupati Lembata Ajak Kades dan BPD Mulai Fokus Tangani Dampak Ekonomi
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melantik empat penjabat kepala desa se-Kecamatan Nubatukan, di Desa Watokobu, Selasa, 28 April 2020.

 

Lembatanews.com – Penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata kian gencar dilakukan. Bahkan, penanganan yang masif terus dilakukan di tingkat desa dengan menutup semua lorong dan jalan masuk menuju desa. Setiap orang yang masuk ke desa di data, dan harus melalui protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya. Orang yang masuk pun dicek data diri dan riwayat perjalanannya.

Dengan penanganan yang kian baik dan menjaga semuai pintu masuk terutama di daerah pesisir dan.keyakinan tak ada lagi orang dari luar yang masuk ke Lembata, maka sebenarnya Lembata sudah bebas dari Pandemic Covid-19 dalam dua Minggu ke depan.

Dengan demikian, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mulai mengarahkan pemerintah desa, BPD dan masyarakat untuk mulai fokus kepada penanganan dampak ekonomi terutama mulai.menghidupkan aktivitas ekonomi dan membuka pasar yang selama ini ditutup.

 

Di hadapan empat penjabat kades yang baru dilantik, yakni Penjabat Kades Watokobu Petrus Ado Utan, Prnjabat Kades Nubamado Feliks Tubun Buran, Penjabat Kades Belobatang Yohanes Pascalis Udak, dan Penjabat Kades Pada David Malik Ruron, serta anggota BPD Belobatang, yang dilantik di Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Selasa, 28 April 2020, Bupati Sunur mengimbau agar setelah dilantik langsung fokus pada penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

Ia mengakui salut melihat banyak sekali palangp-palang kayu di lorong yang memang sudah bagus. Bahkan, bila perlu seluruh ditutup tidak boleh orang masuk dan keluar. Hanya saja, jika semua pintu keluar.masuk ditutup, masyarakat mau makan apa.

 

“Hari ini saya melantik kepala pemerintahan di tingkat desa dan kemudian tidak main-main lagi. Dengan BPD mulai lihat anggaran dan pusatkan upaya pencegahan Covid-19 yang disebut refocusing. Realokasi untuk lanjutkan atau hentikan kegiatan untuk fokus tangani Corona,” tegas Bupati Sunur.

Terkait pengadaan APD, ia mengarahkan agarbtak.perlu selengkapnya yang dikenakan tim.medis tetapi cukup diadakan masker dan sarung tangan. Untuk masker, diarahkan untikmmengadakan masker yang bisa dicuci kembali setelah digunakan.

“Jadi, kepala desa ini sangat situasional dan kondisional. Jangan pikir lain-lain. Jangan pikir bendahara siapa mau ganti siapa. Saya tidak.ingin ada ganti sana-sini. Fokus dulu kerja dan bermitra dengan BPD yang ada. Kades terdahulu agar diajak bekerja sama. Kalian ditunjuk bukan dipilih jadi kalau buat salah saya yang paling marah,” tegasnya.

Dijelaskannya, untuk Kabupaten Lembata untuk aspek pencegahan, sejauh ini belum.ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sejauh ini baru rapid test yang reaktif saja untuk pencegahan dini.

Kedua, untuk penanganan dampak ekonomi, bagi para petani yang sayurnya tidak dibeli, dan penutupan pasar yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Ketiga adalah jaminan sosial melalui bantuan langsung tunai.

“Dari ketiga esensi penanganan, kades mulai mapping dan buat rencana di dalam.desa. Pertama, lakukan pendataan masyarakat, data keluarga, data anak di luar dan istri yang ada di luar, suami yang ada di luar, anak kuliah di mana, apakah di daerah pandemi seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Kupang juga didata tapi tidak dilaporkan karena bukan Pandemi,” katanya.

Dikatakannya, otangtua yang berusia di atas 60 yltahun.pun harus didata dan diklasifikasi dengan penyakit bawaannatauntidak. Bagi yang punya penyakit bawaan agar dibawa ke bidan atau dokter untuk ditangani karena merupakan kelompok usia yang rentan.

“Setelah data sudah lengkap, maka musyawarah dengan tokoh masyarakat apa yang akan dibuat,” katanya.

Camat Nubatukan Maria Anastasia Barabaje mengatakan, dalam.oenanganan Covid-19, dari aspek perhubungan, pihaknya telah membuka posko pemantau di tujuh titik di pesisir.oantai, yakni di ujung Barat Wunopito, Pantai Wangatoa, Pantai TPI, Rayuan Kelapa, lantai Pada, pantai Waijarang dan pantai Bour.

“Ada ketinting yang jam 10-11 malam bolak-balik dan ada yang jam 3 dini hari keluar Tapi sejak ditahan satu ketinting mereka sudah tidak berani lagi dan hanya kapal barang yang masuk angkut barang,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, seluruh desa juga sudah menutup lorong dan di pintu masuk dilakukan pemeriksaan suhu dan didata.

Terkait bantuan BLT, terangnya, untuk Nubatukan dalam proses di BPMD dan SK masih perlu dipastikan karena ada pertentangan banyak yang diluar data. Namun, ada pula desa yang menyelamatkan semua warga dan semuanya mendapatkan bantuan.

Sedangkan untik keluraham, masih terbentur pada proses penganggaran karena harus menggunakan dana kelurahan.dan.merunuk.pada Instruksi Kemendagri.

Dikatakannya, untukmmemulihkan dampak ekonomi, telah dilakukan uji coba membuka pasar di perbatasan Kenale pada Rabu dan Sabtu mengingat para pendahulu sering ke desa membeli hasil. Setelah uji coba ternyata baik dan akan dilanjutkan.

(Hadir pula pada acara pelantikan anggota DPRD Lembata Paulus Makarius Dolu dan Petrus Bala Wukak, serta pimpinan OPD lingkup Pemkab Lembata di antaranya Plt Kadis Kependudukan dan Pencatatan. sipil Siprianus Motik, Kadis Kominfo Markus Labi, Kadis Sosial PMD Aloysius Buto dan Kabag Humas dan Protokol. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *