Bupati Lembata Terbitkan Instruksi Batasi Pelayaran ke Lewoleba

Bupati Lembata Terbitkan Instruksi Batasi Pelayaran ke Lewoleba
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memberikan penjelasan terkait pembatasan pelayaran ke Lewoleba dalam konferensi pers di rumah jabatan Bupati Lembata, Kuma Resort, Kamis, 2 April 2020.

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengeluarkan instruksi membatasi frekwensi pelayaran kapal motor dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur menuju Lewoleba, Kabuoaten Lembata. Pembatasan frekwensi pelayaran kapal motor itu untuk mengantisipasi masuknya Covid-19 ke Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata dalam instruksinya memperhatikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-l9), Keputuaan Presiden Repubuk Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percelatan Penanganan Covid-19 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-l9), Keputusan Gubemur Nusa Tenggara Timur Nomor : 98A/KEP/HK/2020 tentang Status Keadaan Tententu Siaga Bencana Penyakit Covid19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta mencernati kecenderungan meningkatnya jumlah orang masuk ke wilayah Kabupaten Lembata melalui moda transportasi laut yang sebagiannya berasal dari daerah yang terkonfirmasi dan atau dilaporkan memiliki transmisi lokal (daerah tedangkit Covid-19) make aebagai tindakan penoegahan penyebaran Covid~l9 dan dengan mempertimbangkan berbagai keterbataaan yang dimiliki, maka diinstruksikan kepada pemilik jasa pelayaran untuk:

l. Pangoperasian pelayaran kapal motor penumpang dari Larantuka dan Adonara menuju Lewoleba dan atau sebaliknya dlbatasi dan diizinkan hanya menyinggahi prlabuhan laut di Pelabuhan Lewoleba dua minggu sekali dengan waktu yang ditetapkan adalah hari Minggu, sedangkan jam operasi disesuaikan drngan operasional kapal motor.

2. Semun pelayaran kapal motor penumpang yang menuju Lewoleba dari Kabupaten Flores Timur, pelabuhan embarkasi hanya melalui Pelabuhan Laut Larantuka dan tidak melalui Pelabuhan Waiwemng/Terong/Pelabuhan Rakyat/Jcet lainnya di Pulau Adonara.

3. Pelayaran kapal motor penumpang dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Alor dan Kabupaten lainnya dalam Provinsi NTI‘ serta dari luar NTI‘ tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas debarkasi penumpang di Pelabuhan Laut dalam wilayah Kabupaten Lembata kecuali kapal motor pengangkut BBM di bawah kendali Pertamina wilayah Maumere dan kapal-kapal pengangkut logislik.

4. Pembataaan embarkasi/debarkaai pengoperasian kapal motor sebagaimana dimaksud pada poin 1, pain 2 dan poin 3 di atas mulai berlaku sejak 6 April sampai dengan 6 Juni 2020.

Bupati Sunur kepada wartawan di rumah jabatan Bupati Lembata, Kuma Resort, Kamis, 2 April 2020 menegaskan bahwa karena itu bersifat instruksi, maka tidak perlu lagi berkoordinasi dengan Pemkab Flotim. Mereka hanya menerima surat pemberitahuan sebagaimana yang dilakukan di Sikka.

Dia menjelaskan, pemerintah tak bisa melarang orang pulang kampung. Hanya saja, dengan pengurangan frekwensi pelayaran, dapat pula mengurangi orang yang datang ke Lembata. Setidaknya, yang datang adalah orang Lembata. Sedangkan yang sudah terlanjur pulang diharapkan untuk jujur dan mengikuti protokol kesehatan.

“Isolasi terbatas. Membatasi pergerakan orang dengan kurangi akses transportasi laut. Mengurangi pelayaran rakyat,” katanya.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Lembata itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali mengeluarkan surat pemberitahuan penutupan akses masuk melalui Jeti atau wilayah perairan sekitarnya. Surat yang ditujukan kepada para camat itu meminta para camat untuk.segera memerintahkan para kepala desa menutup dan mengawasi ketat akses moda transportasi laut yang masuk ke desa melalui wilayah perairan laut.

Diimbau juga untuk menutup seluruh akses atau moda transportasi.laut dari luar Kabupaten Lembata melalui Jeti maupun wilayah perairan sekitarnya.

Khusus untuk Pelabuhan Balauring dan Wulandoni hanya diperkenankan untuk.bingkat muat kapal-kapal kargo atau tol.lauy atau kapal logistik. Sedangkan untuk.embatkasi dan debarkasi.lrnumlang, hanya melalui Pelabuhan Lewoleba.

Penetapan akses moda transportasi itu, tulis Sekda Tapobali dalam suratnya tertanggal 1 April 2020 itu mulai berlaku sejak 2 April sampai.dengn batas waktu yang tidak ditentukan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *