Bupati Lembata Tegur Keras ASN Penyebar Informasi Pasutri Terpapar Virus Corona

Bupati Lembata Tegur Keras ASN Penyebar Informasi Pasutri Terpapar Virus Corona
Pasien suami istri saat hendak.naik ke kapal yang akan mengantar mereka ke Larantuka untuk dirujuk ke SLRSUD TC Hilers Maumere, Sabtu, 14 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dr Lusia Candra untuk memanggil, dan memberikan teguran keras kepada oknum ASN yang menyebutkan sepasang suami isteri terpapar virus Corona. bupati juga perintahkan agar oknum ASN menghapus seluruh postingannya itu.

Penegasan itu disampaikan Bupati Sunur usai acara peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan, Sabtu, 14 Maret 2020.

Menurut Bupati Sunur, terdapat dua oknum ASN yang menyebarkan isu melalui WA Grup maupun Facebook yakni oknum ASN yang bekerja pada Dinas Kesehatan maupun Puskesmas.

Karena itu, ia sudah perintahkan Kadis Kesehatan untuk memanggil oknum ASN dan ditegur. Ia juga mengingatkan agar yang mengerti tentang Corona tidak menyebarkan informasi simpang siur yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Saya sendiri tidak bicara, saya suru Kadis Kesehatan saja yang jadi juru bicara, karena dari aspek teknis, mereka lebih memahami,” kata Bupati Sunur.

Menurut Bupati Sunur, dua pasien yang kini dirujuk ke RS TC Hillers Maumere, masih dalam pantauan Corona.

“Kita belum tahu, apakah itu masuk dalam kelompok suspect apa tidak, Saya minta tolong, jaga hak-hak pasien, tolong jangan disebar identitas orang, asal kampungnya, tinggal di mana, tidak boleh sama sekali,” tegasnya.

Keluarga pasangan suami istri yang minta namanya tak dikorankan mengatakan, heboh pasutri asal Lembata yang lama tinggal di Inggris dan datang berlibur dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat RSUD Lewoleba, membuat keluarga pasien dalam pemantauan kecewa. Sebab, informasi yang disebarkan oleh oknum ASN melalui media sosial baik Facebook dan WhatsApp dengan menyebutkan asal desa juga alamat tempat tinggal kedua pasien.

Ia menceritakan, kedua pasangan suami istri yang merupakan pasien dalam pemantauan itu, sejak pulang tiba di Indonesia baik di Jakarta dan Lembata sudah memberikan pemahaman kepada keluarga yang lain terkait virus corona dengan menjaga jarak termasuk menggunakan masker selama mereka berada di rumah maupun berada di luar rumah.

“Sejak mereka tiba di Lembata, keduanya sudah jelaskan ke kami soal virus corona ini. Dan meminta kami untuk tidak bersentuhan langsung dengan mereka saat berkomunikasi bahkan menggunakan masker selama mereka berada di rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat kembali.ke Indonesia, mereka sudah melewati beberapa pemeriksaan bahkan sampai di Lembata juga mereka menginformasikan kepada semua keluarganya untuk menjaga jarak dengan mereka. Sebab mereka sadar bahwa mereka baru datang dari luar negeri.

Pantauan.media ini, kedua pasien dalam.pemantauan itu telah diberangkatkan ke Maumere melalui Larantuka menumpang KM Bahana Nusantara milik Pemkab Lembata. Setibanya di Larantuka, menumpang ambulans menuju Maumere Kabupaten Sikka untuk mendapatkan penanganan tim.medis RSUD TC Hilers Maumere. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *