Bupati Sunur Minta Pembenahan Lokasi Pasca Gelaran Festival Guti Nale

Bupati Sunur Minta Pembenahan Lokasi Pasca Gelaran Festival Guti Nale
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur didampingi Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai memukul gong pembukaan Festival Guti Nale pada Sabtu, 15 Februari 2020 disaksikan pimpinan dan anggota DPRD Lembata Petrus Gero.

 

Lembatanews.com – Event Festival Guti Nale yang digelar di Pantai Watan Raja, Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata diharapkan tidak selesai dipergelangan festival. Namun, diharapkan agar setelah festival, ada keberlanjutan seperti penataan lokasi event festival.

Hal itu menjadi harapan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat membuka Festival Guti Nale di Pantai Watan Pao, Mingar, Sabtu, 15 Februari 2020.

“Pasca kegiatan, kawasan Pantai Watan Raja, Mingar harus disiapkan menjadi kawasn pengembangan pariwisata. Apalagi, dalam tahun ini jalan akan segera diperbaiki dan dari Lewoleba ke Mingar paling lama 20 menit atau 30 menit sama seperti ke Lewolein yang waktu tempuhnya hanya 20 menit. Sehingga, orang bisa pergi makan siang, makan sore atau makan malam di Lewolein. Di sini pun yang sama, bisa hanya 20 menit,” kata Bupati Sunur.

Ia berharap, pengembangan event bukan hanya khusus masyarakat Mingar tapi desa tetangga juga ikut terlibat dalam pengembangan pariwisata Mingar. Mingar, lanjut dia, menjadi salah satu titik, dengan simpulnya di Atawua Palace ditambah titik lainnya di Tawao Wutun, atau Pantai Lolon.

Bupati Sunur mengatakan, pariwisata sebagai leading sector, simpul-simpul pengembangan pariwisata sudah ditetapkan pemerintah kabupaten. Diharapkan, simouk yang sudah ada itu bisa dilanjutkan tanpa membuat simpul-simpul pariwisata yang baru.

Senja di Pantai Watan Raja, Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun.

 

Apalagi, pemerintah kabupaten sudah berupaya melakukan sentuhan pembangunan dengan memperhatikan infrastruktur jalan, listrik dan air. Sentuhan itu, nantinya menjadi aset milik desa dan dikelola untuk kemajuan desa

Festival Guti Nale, kata Bupati Sunur, merupakan kegiatan untuk mengeksplorasi hal yang melekat dalam diri dan sejalan dengan kebijakan pembangunan pariwisata desa dan kebijakan dalam rantai ekonomi Lembata 2.0, di mana desa ditempatkan menjadi lokus dalam kebijakan pembangunan untuk pariwisata desa atau travel vilage yang di dalamnya terdapat kegiatan penguatan struktur budaya dan pengembangan atraksi.

Penguatan struktur budaya, lanjutnya, dimaksudkan agar masyarakat Mingar dan sekitarnya tetap menjaga budaya tetap berjalan dan secara turun temurun beregenerasi.

Dalam penguatan struktur budaya, katanya, juga merupakan satu strategi dan nilai tambah dalam mengeksplorasi dalam rangka peningkatan ekonomi. Langkah yang dilakukan adalah melalui pengembangan atraksi dan diwujudkan dengan menggelar Festival Guti Nale. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *