Bupati Sunur: Pol PP Usir Kalau Ada Penumpang

Bupati Sunur: Pol PP Usir Kalau Ada Penumpang
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memantau Pelabuhan Feri Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Jumat, 24 April 2020.

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur secara tegas memerintahkan kepala Dinas PUPR dan Perhubungan serta kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tidak melayani sandar kapal feri di Pelabuhan Feri Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, jika masih memuat penumpang.

“Pol PP usir kalau ada (muat) penumpang. Kasat dan kadis mau feri yang disuruh pergi atau kalian dua yang saya suruh naik sampan pergi,” tegas Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat meninjau Pelabuhan Feri Waijarang, Jumat, 24 April 2020.

Dikatakannya, langkah tegas menghalau kapal feri yang memuat penumpang masuk Lembata karena pengalaman lalu KMP Ile Mandiri masuk dan membawa 34 penumpang yang setelah dirapid test hasilnya tiga orang reaktif atau positif rapid test.

 

Menurut Bupati Sunur, seharusnya, seluruh ABK KMP Ile Mandiri dikarantina dan dipantau. Selain itu, kapal sebagai pembawa juga tidak boleh dibiarkan jalan sebagaimana yang terjadi pada KM Lambelu beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, apa yang dilakukan kep dan ABK KMP Ile Mandiri yang memuat penumpang merupakan bentuk pelanggaran terhadap surat edaran, sebab sebelumnya sudah diberitahukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTT untuk hanya memuat logistik dan tidak diperkenankan memuat penumpang.

“Mereka muat penumpang dan ternyata hasil rapid test reaktif. Ini sama saja feri sebagai pembawa orang yang positif rapid test,” tegasnya.

Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali dalam suratnya yang ditujukan kepada Dinas Perhubungan Provinsi NTT perihal Pemberitahuan Aktivitas ASDP menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Dinas PUPR dan Perhubungan Kabupaten Lembata, diketahui bahwa aktivitas kapal motor penyeberangan dengan pelabuhan tujuan Waijy-Lewoleba, selalu lancar setiap Minggu.

 

Hanya saja, pada Rabu (22/4), KMP Ile Mandiri dari pelabuhan Larantuka tujuan Lewoleba diketahui telah memuat 34 penumpang dan pada Kamis (23/4) kembali.memuat empat penumpang secara sepihak tanpa berkordinasi dengan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata dan tidak dilengkapi kartu kesehatan penumpang (health alert card).

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, tulis Sekda Tapobali, sesuainorotokolnkesehatab dilakukan rapid test terhadap seluruh penumpang dan diketahui tiga orang di antaranya reaktif rapid test. Ketiganya saat ini dikarantina terpusat oleh Posko Gugus Tugas.

Terhadap hal tersebut, terang Tapobali dalam surat itu, maka diminta agar Dinas Perhubungan Provinsi NTT memberi sanksi kepada kapal dan nakhoda kapal dimaksud. Ia juga meminta agar Dinas Perhubungan Provinsi NTT berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT untuk melakukan rapid test terhadap.seluruh ABK kapal motor penyeberangan yang melayani perairan NTt khususnya KMP Ile Mandiri. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *