Bupati Yance Sunur Tetapkan Tiga Perda

Bupati Yance Sunur Tetapkan Tiga Perda

Lembatanews.com – Setelah melalui proses pembahasan bersama DPRD Kabupaten Lembata dan Pemerintah Kabupaten Lembata dan setelah mendapatkan persetujuan dari lbaga Dewan, maka Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur akhirnya menetapkan tiga buah rancangan peraturan daerah (Ranperda) menjadi perda.

Penetapan dan penandatanganan itu dilangsungkan di ruang rapat kantor Bupati Lembata, Kamis (8 Agustus 2019).

Tiga perda yang ditetapkan itu yakni Perda tentang Pencabutan Perda Kabupaten Lembata Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan, Perda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Daerah pada Pihak Ketiga, dan Perda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Lembata.

Kepada wartawan usai penetapan, Bupati Yance Sunur menjelaskan, setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan untuk ditetapkan maka telah ditetapkan. Setelah ditetapkan maka harus siap dilaksanakan setelah dipersiapkan peraturan bupatinya.

Terkait Perda Pencabutan Mineral Bukan logam dan Batuan yang kini sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov), ia mengatakan bahwa pencabutan dilakukan untuk disesuaikan dengan pengalihan kewenangan tetsebut.

Selanjutnya, kabupaten hanya mengendalikan pemanfaatan dan hanya memberikan rekomendasi izin lingkungan.

“Kita juga hanya tarik retribusi dan akan diupgrade pajak galiannya,” kata Sunur.

Sedangkan terkait penyimpangan, kabupaten hanya melihat derajat kerusakan. Pemerintah juga akan mendorong usaha galian yang komersil agar wajib mengurus izin karena sudah produksi. Sedangkan galian milik warga untuk keperluan sendiri boleh tanpa izin.

Sementara terkait Perda pariwisata, jelas Bulati Sunur, akan dilakukan pemeriksaan yeseuaian dengb RPJMD 2017.

“Jadi tarik RPJMD untuk.msuk dalam dipda termasuk Festival Tiga Gunung yang masuk dalam rencana induk tidak hanya di RPJMD dan jadi agenda tetap setiap tahun di Lembata,” katanya.

Sehungga, seluruh festival yang sudah ada seperti F3G, Festival Guti Nale, Expo Uyrlewun Raya, dan festival rutin lainnya bisa masuk dan rutin dilaksanakan,” kata Bupati Sunur.

Kawasan Bukit Cinta Lembata (BCL) yang merupakan lokasi acara puncak F3G, terangnya akan menjadi sentral pengembangan pariwisata kawasan dan pintu masuk menuju pariwisata Lamalera. Sehingga, wisatawan tak hanya mengenal Lamalera tetapi juga mengenal Kota Lewoleba sebagai pintu masuk.

“Lamalera jadi kawasan pengembangan pariwisata nasional. Kesibukan kita tidak bangun di Lamalera saja tapi wilayah di sekitarnya sebagai pendukung juga harus dibangun. Harus ada pintu masuk agar tidak hanya kenal Lamalera tapi juga Kota Ke,” kata Bupati Sunur.

Dengan demikian, dalam proses pengambangan tersebut melibatkan semua unsur sehingga semua unsur bisa saling menunjang dalam membangun kawasan pariwisata. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *