Camat Ade Hasan Kukuhkan Pokdarwis Lamun Lama Lete Hoelea

Camat Ade Hasan Kukuhkan Pokdarwis Lamun Lama Lete Hoelea
Camat Omesuri Ade Hasan Yusuf Mengukuhkan Pokdarwis Lamun Lama Lete Hoelea di Leu Tuan Leuhoe, Desa Hoelea 2, Kecamatan Omesuri, Sabtu, 6 November 2021.

 

Lembatanews.com – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lamun Lama Lete, Hoelea, Kecamatan Omesuri dikukuhkan. Kehadiran Pokdarwis diharapkan mampu mengelola Leu Tuan (Kampung lama) Leuhoe menjadi destinasi wisata.

Demikian dikatakan Camat Omesuri Ade Hasan Yusuf saat mengukuhkan Pokdarwis Lamun Lama Lete Hoelea bertempat di Kampung Lama Leutuan, Desa Hoelea 2, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Kamis, 6 November 2021.

Struktur Pokdarwis Lamun Lama Lete yang dikukuhkan, Ketua Hasan Hambali, Wakil Ketua Umar Pati Leuhoe, Sekretaris Hironimus Yanto Belutowe, Sekretaris 2 Yustinus Eduard Lamadike, Bendahara Siprianus Luran, dan Bendahara 2 Adrianus Atung.

Ia mengharapkan, Pokdarwis Lamun Lama Lete yang sudah dikukuhkan bertanggung jawab mengelola Leu Tuan Leuhoe menjadi destinasi wisata, yang dapat menonjolkan aspek budayanya.

“Semoga keberadaan Pokdarwis Lamun Lama Lete dapat kelola aset wisata ini dan dijadikan destinasi wisata budaya dan disampaikan keluar bahwa Hoelea punya aset wisata budaya agar destinasi wisata budaya ini dapat dipertahankan dan dikembangkan,” kata Ade Hasan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan pada kesempatan itu mengatakan, dengan dikukuhkannya Pokdarwis Lamun Lama Lete tentu orang akan bertanya apakah sudah ada uang masuk di Leu Tuan Leuhoe.

Mengelola pariwisata, lanjutnya, tidak bisa langsung mendapatkan hasil begitu saja, namun membutuhkan proses. Kehadiran Pokdarwis diharapkan mampu mengelola potensi wisata budaya Leu Tuan Leuhoe secara baik dan mendorong hadirnya kegiatan ekonomi kreatif memanfaatkan potensi yang ada.

Ia mengambil contoh, produk pangan lokal leye atau jali-jali yang khusus ditanam di Leu Tuan Leuhoe, dapat dijadikan suvenir. Bisa dibuat dari leye, bisa juga dibuat dari bahan lain seperti bambu dan tempurung. Sehingga, ketika ada pengunjung yang berkunjung ke Leu Tuan Leuhoe, mereka kembali membawa oleh-oleh khas.

Selain itu, leye yang dikembangkan pun dapat dijadikan emping. Sehingga tidak saja jagung titi, tetapi ada juga emping leye yang menjadi ole-ole khas Leu Tuan Leuhoe.

Sejumlah situs budaya baik kuburan Beheng Nobol, tapak kaki Beheng Nobol, dan cincin milik Beheng Nobol pun perlu dijaga sebagai situs budaya dan dikelola secara baik. Perlu pula dibuatkan narasi Beheng Nobol, serta sejarah leye yang dapat dituturkan kepada pengunjung dan menjadi satu cerita yang utuh dan sama yang bisa diwariskan kepada anak cucu ke depan.

Umar Pati, anggota Pokdarwis Lamun Lama Lete mengatakan, setelah menyelenggarakan kegiatan di Leu Tuan Leuhoe, Pokdarwis juga sudah merencanakan akan menggelar kegiatan yang sama di Leu Tuan Leulea.

Pengukuhan Pokdarwis Lamun Lama Lete dirangkaikan dengan kegiatan penanaman perdana leye oleh Staf Ahli Bupati Lembata Nasrun Neboq.

Pada kegiatan ini, rombongan disambut di pintu gerbang oleh para tetua adat dengan sapaan adat. Selanjutnya diiringi gong gendang dan tarian, rombongan diarahkan menuju tenda untuk mengikuti seremoni penyambutan, berupa suguhan sirih pinang, tembako koli, dan tuak.

Usai acara penyambutan, dilanjutkan dengan peninjauan situs budaya tapak kaki dan cincin Beheng Nobol. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *