Camat Omesuri dan Lebatukan Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Tanah Adat

Camat Omesuri dan Lebatukan Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Tanah Adat
Camat Omesuri Elmandiri dan Camat Lebatukan Petrus Hare Kei saat memfasilitasi penyelesaian batas tanah adat di kantor Camat Lebatukan, Jumat, 16 Oktober 2020.

 

Lembatanews.com – Pemerintah Kecamatan Omesyri dan Lebatukan membantu memfasilitasi penyelesaian batas wilayah tanah adat di Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri dengan tiga desa di Kecamatan Lebatukan yaitu Desa Balurebong, Desa Serang Goran, dan Desa Lodotodokowa.

Penyelesaian dilaksanakan dalam pertemuan di kantor Camat Lebatukan, Jumat, 16 Oktober 2020 dihadiri Camat Lebatukan Petrus Hare Kei, Camat Omesuri Elmandiri, Kasat Intelkam Polres Lembata Ipda M Ale Djendo, Kapospol Lebatukan Aiptu Ronny Marthen Maak, Babinsa Desa Hadakewa Serda Dony Prasetyo.

Hadir pula Kasi Pemerintahan Kecamatan Lebatukan Baltasar Beda, Kasi Trantip Kecamatan Omesuri Yohanes Beda, Kasi Pem Kecamatan Omesuri Idris Hereng, Kepala Desa Serang Goran Heribertus Pito, Kepala Desa Balurebong Marselinus Tallo Raring, Kepala Desa Lodotodokowa Yohanes Lewan Leni.

Sementara perwakilan dari Desa Nilanapo sebanyak 16 orang, perwakilan dari Desa Serang Goran 10 orang, perwakilan dari Desa Balurebong 10 orang, dan perwakilan dari Desa Lodotodokowa 10 orang.

Camat Lebatukan Petrus Hare Kei di awal pertemuan mengharapkan pertemuan kali ini yang merupakan ertemuan kedua setelah pertemuan di Wade, ada langkah maju.

Ia meminta agar masyarakat dapat membedakan antara batas administrasi, batas wilayah adat, dan batas kepemilikan pribadi.

“Terhadap batas administratif desa tetap ada pengakuan terhadap kepemilikan tanah secara pribadi,” kata Petrus Hare Kei.

Sementara Camat Omesuri Elmandiri mengatakan, warga Nilanapo sangat perhatian dan antusias untuk menyelesaikan masalah batas adat yang telah sekian lama belum terselesaikan.

“Dalam forum persehatian ini jika ada riwayat perolehan tanah adat yang belum disepakati hendaknya mengutamakan unsur kekeluargaan dan kemanusiaan,” kata Elmandiri.

Dikatakannya, pertemuan dimaksud akan disimpulkan dan dijadwalkan penelusuran batas dan pemasangan patok sementara antara desa yang bermasalah sehingga dikemudian hari tidak lagi menjadi permasalahan bagi generasi berikutnya.

Dalam pertemuan terlebih dahulu mendengarkan penuturan sejarah oleh perwakilan dari Desa Nilanapo oleh David Beda Atawolo dan dari tiga desa di Lebatukan disampaikan Paulus Ola.

Setelah dilakukan pengecekan batas wilayah, pertemuan itu akan dilanjutkan dengan penelusuran lokasi terkait sejarah tanah adat antara Desa Nilanapo dan Desa Balurebong, Desa Lodotodokowa dan Desa Serang Goran dengan menceriterakan titik-titik lokasi sejarah oleh pemangku tanah adat antara Desa Nilanapo dan tiga desa di Lebatukan.

Waktu pelaksanaan penelusuran batas tanah adat baru akan disampaikan oleh kedua camat kepada warga dari setiap desa. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *