Featured

Nene Jawa, Dalam Kesendirian di Usia Senja

Maria Jawa Waleng, janda berusia 91 tahun yang tinggal sendirian di rumahnya di Selandoro, Lewoleba, Lembata.    Lembatanews.com – Gubuknya hanya berukuran 3 x 5 meter berdinding seng bekas dan ada yang dari bambu cincang. Jagung yang mulai meninggi menutupi hampir seluruh rumah yang tingginya tak lebih dari dua meter itu. Walau atapnya tampak masih bagus, namun pada bagian atas yakni antara ujung dinding dan atap ada bolong sehingga kalau

Mengintip Potensi Natuna yang Jadi Rebutan RI-China

Ilustrasi perairan Natuna di Provinsi Kepulauan Riau. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami). Oleh Yuli Yanna Fauzie Lembatanews.com — Polemik masuknya kapal-kapal milik nelayan China ke perairan Natuna di Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan publik. Sebab, kapal-kapal itu tak sekadar masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia tetapi juga menangkap ikan secara ilegal dengan perlindungan penjaga kapal (coast guard). Data sistem pemantauan bertajuk Skylight yang diperoleh CNNIndonesia.com mencatat jumlah kapal asing yang masuk ke perairan Natuna bisa mencapai

Asal Mula Pohon Natal

Oleh: P. William P. Saunders * KISAH Pohon Natal merupakan bagian dari riwayat hidup St. Bonifasius, yang nama aslinya adalah Winfrid. St. Bonifasius dilahirkan sekitar tahun 680 di Devonshire, lnggris. Pada usia Iima tahun, ia ingin menjadi seorang biarawan; ia masuk sekolah biara dekat Exeter dua tahun kemudian. Pada usia empatbelas tahun, ia masuk biara di Nursling dalam wilayah Keuskupan Winchester. St. Bonifasius seorang yang giat belajar, murid abas biara

Parpol dan Calon Tak Mutu, Problem Utama Ongkos Mahal Pilkada

Lembatanews.com  — Wacana evaluasi pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung bergulir belakangan ini. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjadi sosok yang menyodorkan wacana untuk mengevaluasi pilkada langsung. Tito menyorot biaya politik yang mahal dalam setiap pelaksanaan, khususnya modal dari calon maupun partai pengusung, serta potensi konflik di tengah masyarakat selama pesta demokrasi lima tahunan. Ia bahkan menyebut ongkos menjadi seorang bupati saja mencapai Rp30 miliar. Sementara untuk menjadi gubernur bisa lebih besar lagi ongkos

20 Tahun Otonomi Daerah, Kilas Balik Sejarah Lembata

Foto Dokumenter seputar Statement 7 Maret 1954. Foto: Thomas Ataladjar/Dok Pribadi) Oleh Karolus Kia Burin Lembatanews.com – Seiring dengan bergulirnya waktu, tak terasa Lembata memasuki  usia 20 tahun sebagai daerah otonom, dan berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten baru yakni, Kabupaten Lembata.Ibarat manusia tengah menanjak dewasa. Lagi tumbuh kembang dengan geliat pembangunan. Pembentukan Lembata sebagai kabupaten definitif,  berdasarkan Undan Undang RI Nomor 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata. Tepatnya, Lembata menjadi

Revisi UU KPK dan Taruhan Besar di Tangan Jokowi

DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) ‘diam-diam’ telah menyetujui draf rancangan perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) pada 3 September lalu. Kemudian rancangan itu juga langsung disetujui seluruh fraksi menjadi inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna, kemarin Kamis (5/9). Tak ada penyampaian pandangan masing-masing fraksi secara terbuka, dan hanya diberikan secara tertulis saja kepada pimpinan Rapat Paripurna. Dan, setelah RUU perubahan UU

Macan Jawa di Final Piala Dunia

Tampil di Piala Dunia masih sebatas mimpi buat timnas Indonesia. Sementara keterwakilannya sudah eksis sejak 1974 lewat sosok Macan Jawa. Oleh Randy Wirayudha Undian coin toss jelang kick off final Piala Dunia 1974 antara Jerman Barat vs Belanda/Foto: Twitter @MotherSoccerNL. (Inset kanan: koin Rp2000 rupiah/Foto: Repro Koleksi Museum Bank Indonesia) DARI tiap gelaran Piala Dunia, hingga kini Indonesia masih dalam tahap hanya bisa bermimpi untuk ikut di dalamnya. Di Piala Dunia

Koli Bolo dan Purek Lolong  Koli

(Sejarah Pengembaraan Suku Pureklolong Koli dari Lewohala ke Tokojaeng) Oleh Bosco Ritan-Benediktus Bedil Konon, di Lewohala (kampung yang sekarang di kenal dengan nama Baopukang), hiduplah 2 orang kakak beradik. Yang kakak bernama Koli dan yang adik bernama Keluli. Mereka ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya ketika masih kecil. Karena itu mereka tidak tahu siapa yang sulung dan siapa yang adik. Ketika memasuki keluarga dan harus menjalankan ritus “pao ama opo” keduanya

Orang Asli Tokojaeng

(Kisah sejarah asal usul orang Tokojaeng – Lamatokan) Oleh Benediktus Bedil Sekali peristiwa, ada 4 orang kakak beradik coba memasang jerat di hutan ‘Lodoblolok – Ata Kowa‘ (sebutan untuk daerah yang sekarang disebut dengan nama Lodoblolong dan Ata Kowa). Yang kakak namanya ‘Raya Laga Doni dan yang adik-adiknya bernama ‘Koke’, ‘Bome ‘, dan ‘Bido’. Sebagaimana layaknya masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan selalu memasang jerat untuk mendapatkan daging, mereka