Lintas Desa

Kasus Korupsi Dana Desa Tobotani, Terungkap Pertanggungjawaban Fiktif

Lembatanews.com – Kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa di Desa Tobotani, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata di Pengadilan Tipikor Klas 1A Kupang, telah mulai disidangkan. Dalam sidang lanjutan pada Rabu (21 Agustus 2019) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, terungkap fakta bahwa telah dilakukan pertanggungjawaban fiktif pembangunan gedung balai posyandu. Dalam sidang yang dipimpin ketuajrlia hakim Ikrarniekha Elmayawati Fau, didampingi hakim.anggota Ibnu Kholik dan Ali Muhtarom menghadirkan empat orang saksi masing-masing Moh.

Koli Bolo dan Purek Lolong  Koli

(Sejarah Pengembaraan Suku Pureklolong Koli dari Lewohala ke Tokojaeng) Oleh Bosco Ritan-Benediktus Bedil Konon, di Lewohala (kampung yang sekarang di kenal dengan nama Baopukang), hiduplah 2 orang kakak beradik. Yang kakak bernama Koli dan yang adik bernama Keluli. Mereka ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya ketika masih kecil. Karena itu mereka tidak tahu siapa yang sulung dan siapa yang adik. Ketika memasuki keluarga dan harus menjalankan ritus “pao ama opo” keduanya

Orang Asli Tokojaeng

(Kisah sejarah asal usul orang Tokojaeng – Lamatokan) Oleh Benediktus Bedil Sekali peristiwa, ada 4 orang kakak beradik coba memasang jerat di hutan ‘Lodoblolok – Ata Kowa‘ (sebutan untuk daerah yang sekarang disebut dengan nama Lodoblolong dan Ata Kowa). Yang kakak namanya ‘Raya Laga Doni dan yang adik-adiknya bernama ‘Koke’, ‘Bome ‘, dan ‘Bido’. Sebagaimana layaknya masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan selalu memasang jerat untuk mendapatkan daging, mereka

Muro di Lewa; Kearifan Pengelolaan Pesisir Komunitas Adat Lembata

Oleh Bosco Ritan Ungkapan ini mungkin hanya akan dimengerti oleh segelintir orang saja, bahkan akan terdengar asing bagi masyarakat di Kabupaten Flores Timur, Lembata dan sebagian pulau Alor yang menggunakan bahasa Lamaholot sebagai bahasa ibu. Istilah ini lebih popular di kalangan masyarakat adat pesisir Kabupaten Lembata yang mengenal Muro Lewa sebagai suatu bentuk kearifan lokal ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut dalam hal ini ikan. Beberapa daerah lain

Suku Brewu Making, Penjaga Laut Desa Lamawolo-Ile Ape Timur

Oleh Bosco ZQ Ritan Salah satu suku yang hidup dan menetap di wilayah Lamawolo yakni suku Berewumaking. Suku ini merupakan suku pendatang dari wilayah Seran-Goran (Ambon). Bertolak dari Ambon, Nenek Moyang suku Berewumaking kemudian singgah terlebih dahulu di munaseli (Alor), karena beberapa hal mereka akhirnya pindah ke Sagu-Adonara. Tinggal dan berdiam beberapa saat di wilayah Sagu, suku ini kemudian hijrah ke wilayah Waiwuring. Ketika Hijrah ke tempat tersebut, terdapat penolakan

Kadis Sosial PMD Lembata: Saya Hadir untuk Motifasi agar Terus Berinovasi

Lembatanews.com – kecamatan Nubatukan telah  memulai Bursa Inovasi  Desa 2019. Bursa Inovasi Desa adalah program yang disiapkan Pemerintah Pusat untuk menjadi wadah bagi pemerintah desa dalam menghadirkan berbagai inovasi. Bursa Inovasi Desa Kecamatan Nubatukan dibuka Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Lembata Aloysius Butodi aula Kecamatan Nubatukan, Sabtu (10 Agustus 2019). Pada kesempatan itu, ia memberikan motifasi kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk terus berinovasi demi peningkatan ekonomi masyarakat. “Saya

Alokasi Dana Desa Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Lembatanews.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah mengalokasikan Dana Desa ke beberapa desa yang tertinggal. Alokasi Dana Desa ini telah menggenjot pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan dana yang diberikan membuat desa tersebut menjadi berkembang dan tidak menjadi desa yang tertinggal. Lantaran infrastruktur desa yang telah membaik dengan pembangunan desa melalui alokasi dana. “Dari survei-survei yang diadakan UGM dan IPB,

Tinggi Kasus Stunting di Lembata. Ini Datanya

Lembatanews.com – Kabupaten Lembata memiliki 1.915 orang yang masuk kategori stunting. Ini rinciannya per kecamatan. Kecamatan Nagawutung jumlah balita 548; jumlah penderita tunting 372 atau 67,88 persen. Kecamatan Ile Ape Timur jumlah balita 404; stunting 163 atau 40,35 persen. Kecamatan Buyasuri jumlah balita 1.735; stunting 458 atau 26,40 persen. Kecamatan Wulandoni jumlah balita 633; stunting 159 atau 25,12 persen. Kecamatan Ile Ape jumlah balita 730; stunting 130 atau 17,81persen. Kecamatan