Lintas Desa

Kades Lewolaga: Saya Panggil Dia Sebagai Warga Desa Lewolaga

Frans Nikolaus Beoang, Kepala Desa Lewolaga   Lembatanews.com – Kepala Desa Lewolaga Frans Nikolaus Beoang yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap wartawan Media Online Warta Keadilan yang bertugas di Flores Timur mengaku memanggil korban ke kantor desa bukan eebagai wartawan tetapi sebagai warga Desa Lewolaga untuk mengklarifikasi pengaduannya ke Kepala Dinas PUPR Flores Timur. Hal itu disampaikan Frans Nikolaus Beoang saat ditelepon ke telepon genggamnya, Sabtu (18 Januari 2020) malam.

Pemred Warta Keadilan Minta Proses Tuntas Penganiayaan Wartawan Warta Keadilan

Kandidus Edwaldus T Salu Kelen, Wartawan Media Online Warta Keadilan di Flores Timur, korban penganiayaan.   Lembatanews.com – Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Online Warta Keadilan setelah memastikan wartawannya yang bertugas di Flores Timur atas nama Kandidus Edwaldus T Salu Kelen mengalami penganiayaan oleh Kepala Desa Lewolaga saat sedang menjalankan tugas jurnalistik, meminta agar kasus itu ditangani tuntas. “Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Flores Timur (Flotim) maka Redaksi mendesak

Bung Ribiq, Pukau Penonton di Arena Expo Budaya Uyelewun Raya

Lembatanews.com – Memasuki hari kedua pelaksanaan Expo Budaya Uyelewun Raya 2019 di Aliuroba, Desa Benihading 1, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Jumat (18 Oktober 2019), suguhan tarian dan atraksi khas Kedang masih terus dipertunjukkan. Selain permainan tradisional, tarian dan sejumlah acara ditampilkan oleh peserta dari desa-desa yang ada di kaki Gunung Uyelewun. Salah satu tarian yang ditampilkan adalah Bung-Ribiq yang dibawakan oleh Desa Buriwutun, Kecamatan Buyasuri. Tarian yang mengisahkan kehidupan leluhur

Warga Jontona Desak Bupati Copot Penjabat Kades

Lembatanews.cim – Warga Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata meminta Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur mencopot Penjabat Kepala Desa Jontona Damianus Dudeng yang diduga telah menyelewengkan dana desa. Selama ini ia selalu berlindung di balik Bupati dan seolah dia jago dan tidak bisa diselesaikan. Hal itu disampaikan Lukas Lasan dan Egenius Guna, warga Desa Jontona saat hendak bertemu Penjabat Sekda Lembata, Senin (24 September 2019). Lukas Lasan mengatakan,

Kasus Korupsi Dana Desa Tobotani, Terungkap Pertanggungjawaban Fiktif

Lembatanews.com – Kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa di Desa Tobotani, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata di Pengadilan Tipikor Klas 1A Kupang, telah mulai disidangkan. Dalam sidang lanjutan pada Rabu (21 Agustus 2019) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, terungkap fakta bahwa telah dilakukan pertanggungjawaban fiktif pembangunan gedung balai posyandu. Dalam sidang yang dipimpin ketuajrlia hakim Ikrarniekha Elmayawati Fau, didampingi hakim.anggota Ibnu Kholik dan Ali Muhtarom menghadirkan empat orang saksi masing-masing Moh.

Koli Bolo dan Purek Lolong  Koli

(Sejarah Pengembaraan Suku Pureklolong Koli dari Lewohala ke Tokojaeng) Oleh Bosco Ritan-Benediktus Bedil Konon, di Lewohala (kampung yang sekarang di kenal dengan nama Baopukang), hiduplah 2 orang kakak beradik. Yang kakak bernama Koli dan yang adik bernama Keluli. Mereka ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya ketika masih kecil. Karena itu mereka tidak tahu siapa yang sulung dan siapa yang adik. Ketika memasuki keluarga dan harus menjalankan ritus “pao ama opo” keduanya

Orang Asli Tokojaeng

(Kisah sejarah asal usul orang Tokojaeng – Lamatokan) Oleh Benediktus Bedil Sekali peristiwa, ada 4 orang kakak beradik coba memasang jerat di hutan ‘Lodoblolok – Ata Kowa‘ (sebutan untuk daerah yang sekarang disebut dengan nama Lodoblolong dan Ata Kowa). Yang kakak namanya ‘Raya Laga Doni dan yang adik-adiknya bernama ‘Koke’, ‘Bome ‘, dan ‘Bido’. Sebagaimana layaknya masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan selalu memasang jerat untuk mendapatkan daging, mereka

Muro di Lewa; Kearifan Pengelolaan Pesisir Komunitas Adat Lembata

Oleh Bosco Ritan Ungkapan ini mungkin hanya akan dimengerti oleh segelintir orang saja, bahkan akan terdengar asing bagi masyarakat di Kabupaten Flores Timur, Lembata dan sebagian pulau Alor yang menggunakan bahasa Lamaholot sebagai bahasa ibu. Istilah ini lebih popular di kalangan masyarakat adat pesisir Kabupaten Lembata yang mengenal Muro Lewa sebagai suatu bentuk kearifan lokal ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut dalam hal ini ikan. Beberapa daerah lain

Suku Brewu Making, Penjaga Laut Desa Lamawolo-Ile Ape Timur

Oleh Bosco ZQ Ritan Salah satu suku yang hidup dan menetap di wilayah Lamawolo yakni suku Berewumaking. Suku ini merupakan suku pendatang dari wilayah Seran-Goran (Ambon). Bertolak dari Ambon, Nenek Moyang suku Berewumaking kemudian singgah terlebih dahulu di munaseli (Alor), karena beberapa hal mereka akhirnya pindah ke Sagu-Adonara. Tinggal dan berdiam beberapa saat di wilayah Sagu, suku ini kemudian hijrah ke wilayah Waiwuring. Ketika Hijrah ke tempat tersebut, terdapat penolakan