Pariwisata

Rumah Peradaban, Sarana Pendidikan dan Pencerdasan Bangsa lewat Hasil Penelitian Arkeologi

Lembatanews.com – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata di Desa Hingalamamengi Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, pada Rabu, (4 September 2019). rumah Peradaban merupakan merupakan sarana pencerdasan anak bangsa lewat hasil penelitian arkeologi. Sosialisasi Rumah Peradaban ini, untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Lembata. Hal ini mengacu pada penemuan benda-benda sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Lembata. Peserta sosialisasi Rumah Peradaban Lembata ialah siswa SMP dan SMA

Polisi Siagakan Water Canon Amankan Aksi 18 Pendemo Amara

Lembatanews.com – Kepolisian Resor (Polres) Lembata menyiagakan satu unit water canon untuk mengamankan aksi demo 18 orang dari Aliansi Mahasiswa Rakyat Lembata (Amara). Massa aksi Amara mempertanyakan landasan hukum 18 anggota DPRD Periode 2014-2019 menyetujui lanjutan pembangunan objek wisata di Pulau Siput Awulolong. Massa aksi meminta Dewan memberikan rekomendasi peninjauan kembali persetujuan lanjutan pembangunan destinasi wisata Awulolong. Para pendemo yang mendatangi gedung DPRD Lembata pada Kamis (12 September 2019) sekitar

Festival Lamaholot, Dorong Komunitas Seni Budaya Berkontribusi Nyata

Lembatanews.com – Festival Seni Budaya Lamaholot 2019 sejatinya adalah lanjutan dari Festival Nubun Tawa 2018 yang lalu. Tahun ini selain dilaksankan di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, festival juga dilaksanakan di Adonara (Kiwangona dan Karing Lamalouk). Pada festival kali ini, konsep gotong-royong menjadi roh yang menggerakkan komunitas-komunitas sem’ budaya yang ada untuk berkontribusi secara nyata. Komunitas-komunitas ini terbentuk sejak dan sebelum Festival Nubun Tawa 2018 yang lalu, sehingga pemerintah merasa perlu

3.040 Orang Tampilkan Tarian Kolosal Soka Leu dan Beku

Lembatanews.com – Sebanyak 3.040 orang siswa siswi SMP dan SMA se-Kota Lewoleba turut ambil bagian dalam pentas tarian kolosal Soka Leu dan Beku. Jumlah ini belum termauk para penati Sole Oha dan Bu Lelu. Pementasantarian kolosal Soka Leu dan Beku di Bukit Cinta Lembata (BCL) merupakan tarian kolosal yang ditampilkan pada acara puncak Festival Tiga Gunung, Sabtu (31 Agustus 2019). Penampilan para penari yang begitu menarik memukau para hadirin. Tarian

BCL Terus Dipercantik Menuju Puncak F3G

Lembatanews.com – Puncak Festival Tiga Gunung (F3G) pada 31 Agustus sudah di depan mata. Menuju acara puncak, Bukit Cinta Lembata (BCL) pun terus dipercantik. Sejumlah fasilitas tambahan telah dibngun seperti tribun untuk para penikmat hiburan, lokasi untuk menikmati sunset dan sejumlah bangunan yang tampak sedang dalam proses pembangunan. Pada Rabu (28 Agustus 2019), tampak para pembawa acara berdatangan mempersiapkan berbagai acara yang akan ditampilkan dalam acara puncak F3G nanti. Tampak

Fraternity Marching Band Juara Lomba Marching Band

Lembatanews.com – Fraternity Marching Band, marching band kebanggan SMA Frater Don Bosco Lewoleba, Lembata keluar sebagai juara pertama lomba marching band dalam rangka Festival Tiga Gunung (F3G) yang dihelat Selasa (27 Agustus 2019). Lomba marching band diikuti tujuh peserta. Para peserta dilepas di simpang tiga Wangatoa dan beratraksi sepanjang jalan menuju Lapangan Harnus di kompleks Pelabuhan Lewoleba. Sesampainya di Lapangan Harnus, para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehan dan kekompakan

Sole Oha Jadi Pentas Pembuka Festival Tiga Gunung di BCL

Lembatanews.com – Pentas tarian Namang Sole Oha dari komunitas Ile Ape menjadi tarian pembuka Festival Tiga Gunung (F3G) di Bukit Cinta Lembata (BCL), Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata pada Selasa (26 Agustus 2019). Tarian simbol persatuan itu langsung dipentaskan usai pernyataan pembukaan F3G yang dibacakan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai. Pada acara pembukaan itu juga dilepas secara simbolis para peserta lomba tracking Gunung Ile Lewotolok dan Ile Werun.

Lomba Tracking Libatkan Peserta dari Makassar dan Malang

Lembatanews.com – Festival Tiga Gunung ((F3G) yang kembali digelar pada 26 samping dengan 31 Agustus 2019 akan pula diisi dengan lomba tracking yang meliputi dua etape Etape pertama, para peserta lomba akan mendaki gunung Ile Lewotolok dan etape kedua para peserta akan menjajal terjalnya gunung Ile Werun. Demikian dikatakan Polikarpus Bala, anggota Gema Putra Putri Lembata (Gempita) yang ikut menyelenggarakan lomba tracking menjawab lembatanews.com di Lewoleba, Kamis (22 Agustus 2019).

Koli Bolo dan Purek Lolong  Koli

(Sejarah Pengembaraan Suku Pureklolong Koli dari Lewohala ke Tokojaeng) Oleh Bosco Ritan-Benediktus Bedil Konon, di Lewohala (kampung yang sekarang di kenal dengan nama Baopukang), hiduplah 2 orang kakak beradik. Yang kakak bernama Koli dan yang adik bernama Keluli. Mereka ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya ketika masih kecil. Karena itu mereka tidak tahu siapa yang sulung dan siapa yang adik. Ketika memasuki keluarga dan harus menjalankan ritus “pao ama opo” keduanya

Orang Asli Tokojaeng

(Kisah sejarah asal usul orang Tokojaeng – Lamatokan) Oleh Benediktus Bedil Sekali peristiwa, ada 4 orang kakak beradik coba memasang jerat di hutan ‘Lodoblolok – Ata Kowa‘ (sebutan untuk daerah yang sekarang disebut dengan nama Lodoblolong dan Ata Kowa). Yang kakak namanya ‘Raya Laga Doni dan yang adik-adiknya bernama ‘Koke’, ‘Bome ‘, dan ‘Bido’. Sebagaimana layaknya masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan selalu memasang jerat untuk mendapatkan daging, mereka