Covid-19 Melanda Dunia, Wisatawan ke Lembata Turun Drastis

Covid-19 Melanda Dunia, Wisatawan ke Lembata Turun Drastis
Pantai Pasir Putih Mingar, Kecamatan Nagawutun, salah satu destinasi wisata Lembata yang kini terus dibenahi menyambut wisatawan.

Lembatanews.com – Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, telah menimbulkan dampak di segala lini kehidupan masyarakat. Sektor pariwisata pun merupakan salah satu lini yang mengalami dampak yang cukup parah. Hal itu juga dialami sektor pariwisata di Kabupaten Lembata. Tingkat kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara mengalami penurunan yang sangat drastis.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjawab lembatanews.com di Pantai Wulenluo, Kecamatan Nubatukan, Senin, 22 Februari 2021 mengakui adanya pengaruh Pandemi Covid-19 yang sangat singnifikan  terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Lembata.

“Ya, Covid sangat berpengaruh terhadap pariwisata sehingga sekarang ini kita dorong pariwisata dari wisatawan lokal yang tidak begitu berdampak,” kata Bupati Sunur.

Menurutnya, dengan hadirnya kapal Rede KM Gandha Nusantara 14 bantuan PT Pelni yang nantinya dioperasikan dengan Rute Lewoleba, Lembata-Deri, Adonara, Kabupaten Flores Timur dan melayani penumpang secara gratis, diharapkan dapat mendorong wisatawan lokal dari Adonara, Flores Timur untuk datang dan mengunjungi tempat-tempat wisata di Lembata.

Paling kurang, jikaereka tiba di Lewoleba pada pagi hari, mereka bisa menikmati kuliner khas Lembata di destinasi wisata Mingar dan Lewolein dan sore harinya mereka bisa kembali ke Adonara menumpang KM Gandha Nusantara 14.

Sehingga, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif besa berkoordinasi untuk memanfaatkan mobil pariwisata yang ada untuk mengantar para wisatawan lokal berkunjung ke destinasi wisata terdekat.

“Selter di Lembata dan tiap hari sandar di pelabuhan feri tinggal angkutan darat, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan kerja sama untuk jual pariwisata melalui masyarakat Adonara di sana dan yang turun bisa langsung diantar ke Mingar dan Lewolein. Angkutan darat stand by untuk mobilisasi ke rumah dan tempat wisata,” terangnya.

Menurutnya, link itu dibangun untuk mendukung  linked tourism. Jadi, tidak saja bicara pariwisata tetapi juga semua kebutuhan yang bisa dijualbelikan dalam konteks pariwisata.

Sehingga, aktivitas pariwisata Lembata terjual dan mengajak orang ke Lembata sehingga diatur jadwal agar mereka bisa jalan-jala n ke tempat wisata di Lembata. Demikian juga masyarakat Lembata yang ke Adonara bisa menikmati tempat wisata di Adonara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan menjelaskan, sejak penutupan akses masuk ke Lembata menyusul Pandemi Covid-19 sejak April 2020, geliat pariwisata di Lembata menjadi terhambat. Jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara pun menurun drastis.

Ia mengatakan, selama tahun 2020, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lembata hanya tiga orang. Padahal, pada tahun sebelumnya yakni 2019, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lembata mencapai 152 orang.

Penurunan drastis, terang Apolonaris Mayan, juga terjadi pada wisatawan domestik atau wisatawan lokal. Jika pada 2019, jumlah wisatawan domestik atau Nusantara yang berkunjung ke Lembata mencapai angka 25.205 orang, justru pada 2020 hanya sebanyak 9.334 wisatawan.  (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *