Dari Bantuan Benih, Pupuk, Obat Hama, hingga Sediakan Sumur Bor bagi Petani untuk Tingkatkan Produktivitas

Dari Bantuan Benih, Pupuk, Obat Hama, hingga Sediakan Sumur Bor bagi Petani untuk Tingkatkan Produktivitas
Lahan sawah di Atanila, Desa Nilanapo yang sudah mulai ditanami.

 

Lembatanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata terus berupaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari memberikan bantuan benih, pupuk, penyediaan obat-obatan, hingga menyiapkan 11 sumur bor guna mengantisipasi minimnya curah hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Lembata drh Mathias AK Beyeng, Rabu, 4 November 2020 menjelaskan, dalam rangka mengantisipasi minimnya curah hujan pada musim tanam tahun ini, pihaknya telah menyiapkan 11 sumur bor yang tersebar di sejumlah titik rawan mengalami kekeringan akibat rendahnya curah hujan.

Dalam setiap musim tanam, jelasnya, di sejumlah wilayah selalu menghadapi permasalahan kekeringan yang menyebabkan gagal tanam dan gagal panen akibat rendahnya curah hujan. Karenanya, dinas telah mengadakan sebanyak 11 sumur bor ubtuk mengantisipasinya.

Selain mengantisipasi rendahnya curah hujan pada musim tanam tahun ini, dinas juga telah menyiapkan obat-obatan untuk mengantisipasi terjadinya serangan ulat grayak sebagaimana terjadi pada musim tanam tahun lalu.

Pada musim tanam tahun lalu, terangnya, banyak tanaman jagung di sejumlah lahan milik petani yang rusak diserang hama ulat grayak. Sehingga, tahun ini, pihaknya langsung menyiapkan obat-obatan sejak awal musim tanam agar jika terjadi bisa langsung diatasi.

Beyeng me jelaskan, untuk musim tanam tahun ini, pihaknya juga mulai mempersiapkan pupuk dan membagikan beberapa jenis benih kepada petani.

Pemerintah melalui Dinas Pertanian, jelas Beyeng, menyediakan benih padi untuk kebutuhan 2.240 Hektare lahan. Ia merincikan, benih padi lahan kering untuk kebutuhan lahan seluas 1.200 Ha, padi lahan basah 50 Ha, dan padi lokal 10 Ha.

Selain benih padi, dinas juga menyediakan benih jagung untuk 4.500 Ha, bibit kacang tanah tersedia untuk 260 Ha, bibit kacang hijau tersedia untuk 230 Ha, dan bibit Sorgum untuk 100 Ha.

“Saat ini sebagian besar benih jagung sudah mulai didistribusi dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Sedangkan untuk benih padi, akan masuk dalam waktu dekat dan siap didistribusikan,” kata Beyeng.

Pihaknya juga menggerakkan pendamping di kecamatan dan desa supaya persiapan lahan harus bisa dimulai. Ia mengaku optimistis musim tanam tahun ini petani tidak kesulitan benih dan pupuk.

Selain menyiapkan obat-obatan mengantisipasi serangan hama, pihaknya juga telah menyediakan pupuk organik cair sebanyak 45 ton untuk kebutuhan tanaman padi dan sorgum.

Kepada masyarakat, ia berharap untuk mempersiapkan lahan jelang musim tanam. Selain itu, menghadapi dinamika iklim, maka harus selalu berkomunikasi dengan pendamping di setiap kecamatan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *