Delapan Pengungsi Korban Erupsi Ile Lewotolok Dirawat Intensif di RSUD Lewoleba

Delapan Pengungsi Korban Erupsi Ile Lewotolok Dirawat Intensif di RSUD Lewoleba
Markus Labi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lembata.

Lembatanews.com – Sebanyak delapan orang pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lewoleba, Kabupaten Lembata. Lima di antaranya adalah balita.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lembata Markus Labi menjawab wartawan di Posko Utama, Selasa, 8 Desember 2020.

Ia merincikan, terdapat satu orang pengungsi yang saat ini sedang dirawat di IGD RSUD Lewoleba, satu orang lagi dirawat di ruang interna, satu pasien lainnya dirawat di ruang ICU, dan lima balita dirawat di ruang anak.
Penanggung jawab Bidang Pengolahan Data Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok ini juga menjelaskan, hingga memasuki hari kesembilan, jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok mencapai 8.097 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 2.975 jiwa yang berada di penampungan resmi yang disiapkan pemerintah. Sementara yang tersebar di rumah-rumah penduduk sebanyak 5.122 jiwa

Pemerintah, lanjutnya, juga telah melakukan rapid test terhadap para pengungsi dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sudah terdapat 739 orang pengungsi yang berhasil dirapid test oleh Tim Keselamatan. Jumlah itu merupakan pengungsi yang ditampung di tempat penampungan resmi pemerintah.

Sedangkan pengungsi yang berada di rumah-rumah penduduk, Tim Keselamatan yang dipimpin Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Beda sejak Senin, 7 Desember 2020, telah mendatangi rumah-rumah penduduk yang menampung para pengungsi untuk melakukan rapid test.

“Hari pertama rapid test di rumah-rumah penduduk, ada tujuh orang yakni empat pengungsi dan tiga tuan rumah yang reaktif rapid test,” tandas Markus Labi. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *