Dewan Tak Yakin Pemerintah Sanggup Kejar Target PAD Rp100 miliar

Dewan Tak Yakin Pemerintah Sanggup Kejar Target PAD Rp100 miliar

Lembatanews.com – Pada Tahun Anggaran (TA) 2020, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan pendapatan asli daerah sebesar Rp100 miliar. Kalangan DPRD dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) meminta pemerintah memetakan potensi-potensi penerimaan yang dapat mendukung pencapaian target tersebut karena Dewan kurang yakin pemerintah mampu memenuhi target yang begitu besar yang naik 34 persen dari target PAD TA 2019 yakni sebesar Rp76 miliar.

Yohanes de Rosari, Wakil Ketua DPRD Lembata yang memimpin rapat Banggar, Jumat (26 Juli 2019) meminta TAPD untuk mempertimbangkan kembali rencana penaikkan target PAD. Karena ia tidak mau kalau pemerintah memasang target begotu besar lalu pada saat perubahan anggaran meminta untuk menurunkan kembali target itu.

Karen itu, ia meminta agar target PAD harua disesuaikan dengan kemampuan dan potensi riil uang mampu menyumbang penerimaan untuk mendukung PAD.

Makarius Dolu, Wakil Ketua Dewan Lembata malah memperingatkan pemerintah agar benar-benar memperhatikan potensi-potensi penerimaan yang ada. Sebab ia khawatir, jika pemerintah terlampau memasang target tinggi dan nantinya target itu tak mampu digapai mala yang menjadi korban adalah ASN dan masyarakat.

“Jika target PAD tidak tercapai jangan korbankan pegawai. Jangan korbankan belanja untuk rakyat. Punya rakyat jangan dipending. Jangan diblok,” tohoknya.

Anggota Banggar Anton Leumara meminta agar pemerintah merincikan potensi-potenai penerimaan yang menjadi sumber penerimaan.

Walau diragukan kalangan Banggar Dewan, namun Pemkab Lembata melalui Asisten I Frans Langodai yang juga Wakil Ketua TAPD tetap optimistis pemerintah didukung aeluruh OPD mampu mencapai targey PAD Rp100 miliar pada 2020.

Pemerintah, yakinnya, akan terus berupaya meningkatkan pendapatan melalui jenis penerimaan yang ada baik pajak dan retribusi. PAD dari pajak dan retribusi daerah akan dimaksimalkan.

“Izin mendirikan bangunan(IMB) juga akan dimaksimalkan. Bangunan yang belum berizin akan dilakukan pemutihan. Proses pemutihan ini juga merupakan salah satu potensi pendapat yang cukup besar seperti yang dilakukan Kota Kupang,” kata Langodai.

Pemerintah juga akan menggenjot sektor pertanian melalui T-cabang (tomat, cabai, dan bawang) dan yang meninjol saat ini adalah bawang dan untuk pemasaran pemerintah sudah bekerja sama dengan Kabuoaten Belu dan Malaka. Sedangkan daru sektor perikanan Pemkab Lembata sudah membangun kerja sama dengan Manggarai Barat. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *