Di Lembata, Desa Hadakewa, Perdana Salurkan BLT Dana Desa

Di Lembata, Desa Hadakewa, Perdana Salurkan BLT Dana Desa
Kepala desa Hadakewa Klemens Kwaman menyerahkan buku bantuan langsung tunai dana desa kepada warga penerima, Selasa, 5 Mei 2020.

 

Lembatanews.com -Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata, menjadi desa pertama di Kabupaten Lembata yang menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Pemerintah Desa Hadakewa menggelontorkan dana desa sebesar Rp219.600 untuk diberikan kepada sebanyak 122 kepala keluarga (KK).

Kepala Desa Hadakewa Klemens Kwaman saat penyerahan bantuan BLT dana desa yang dihadiri Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di aula gedung serbaguna Desa Hadakewa, Selasa, 5 Mei 2020 mengatakan, setelah melalui musyawarah desa bersama tokoh masyarakat dan BPD, telah disepakati penyaluran BLT dana desa kepada 122 KK dari total KK di Hadakewa 263 KK. Yang telah menerima BLT dan bantuan beras prasejahtera sebanyak 107 Kk sehingga tersisa 122 KK ya g diberikan BLT dana desa.

Dalam.oenyakuran BLT dana desa, terang Kwaman, pemerintah desa bekerja sama dengan pihak Bank NTT. Sehingga bantuan langsung tunai ditransfer ke rekening para penerima.

 

“Dana sudah ditransfer ke rekening, jadi silakan ambil sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia mengatakan, dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, tersebut tinta tidak dapat menyebabkan hujan seluruh masyarakat. Sehingga, dalam p ngambilan keputusan, selaku dipertimbangkan kebijakan d Ngan risiko terendah.

Ia berharap, bantuan yang diberikan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, dan jika ada anak yang kuliah di luar bisa disisipkan untuk dikirim kepada mereka.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pada kesempatan itu mengatakan, penyerahan BLT dana desa yang dilaksanakan di Desa Hadakewa merupakan yang pertama di Kabupaten Lembata. BLT dana desa dalam rangka pengamanan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial,

“Dampak ekonomi, pasar ditutup dan jual ikan tidak laku, jual sayur juga sama, punya ternak tidak bisa jual babi tidak.laju apalagi sapi. Itu dampak ekononi. Jaring pengaman sosial untuk masyarakat yang belum dapat PKH dan rastra.

“Ini hanya untuk tiga bulan, jadi jangan setelah tiga bulan datang lagi minta dan mengamuk di kepala desa,” tegas Bupati Sunur.

Ia menegaskan pula bahwa saat ini Lembata sudah terdapat delapan orang yang rapid test positif. Sehingga, masyarakat diminta untuk selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan masker.

“Supaya kalau sudah batasi semua, sudah tutup semua maka kalau semua sudah aman dan Lembata bukan pandemik maka sudah bisa buka semua aktivotas. Ibadah sudah bisa dilakukan dalm.oembatasan,” katanya.

Karenanya, ia mengimbau agar seluruh masyarakat ikut membantu dan tidak hanya berharap dari pemerintah. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *