Di Tengah Ancaman Gagal Panen dan  Keprihatinan Seks Bebas dan Aids di Kalangan Pelajar, Pimpinan DPRD “Dapat Hadiah” Mobil Dinas Baru

Di Tengah Ancaman Gagal Panen dan  Keprihatinan Seks Bebas dan Aids di Kalangan Pelajar, Pimpinan DPRD "Dapat Hadiah" Mobil Dinas Baru
Ketua DPRD Kabupaten Lembata Petrus Gero
 

Lembatanews.com –  Ancaman gagal panen di depan mata. Rakyat Lembata terancam rawan pangan. Aids mulai merambah masuk ke anak sekolah akibat seks bebas yang butuhkan penanganan serius namun minim intervensi anggaran. Namun di tengah keprihatinan seperti itu, pimpinan DPRD Kabupaten Lembata justru mendapatkan “hadiah” mobil dinas baru jenis Pajero karena mobil lama sudah tak layak lagi dan sering keluar masuk bengkel.

Informasi yang dihimpun lembatanews.com menyebutkan bahwa Sekretariat DPRD sudah memproses pengadaan tiga unit mobil pimpinan DPRD Lembata. Mobil yang diadakan jenis Pajero yang saat ini sudah ada di Kupang tinggal dibawa ke Lembata.

Sumber juga menyebutkan bahwa mobil untuk dua orang wakil ketua DPRD seharga kurang lebih Rp500 juta, sedangkan untuk Ketua DPRD harganya di atas harga mobil untuk wakil ketua DPRD.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis, 19 Maret 2020 siang semula enggan memberikan penjelasan. Ia hanya menceritakan sedikit soal kondisi mobil dinas EB 3 yang ia gunakan selama ini yang juga jenis Pajero tapi kekuatan lama.

Mobil dinas itu sering rusak dan sudah beberapa kali keluar masuk bengkel. AC-nya tidak berfungsi. Sehingga, jika ikut dalam barisan konvoi bersama Forkopimda, ia sering “makan” debu karena harus membuka kaca mobil sebab AC mobil tidak berfungsi. Parahnya lagi, kadang ia harus keluar dari barisan konvoi karena mobil onar.

Akan tetapi, selama enam bulan menggunakan mobil dinas itu, ia tak pernah mengeluh.

Ia mengakui bahwa alokasi anggaran pengadaan mobil.pimpinan sudah dianggarkan di dalam APBD 2020 dan proses pengadaannya sudah diatur oleh Sekretariat DPRD.

“Dua tiga hari ini saya pakai.mobil pribadi karena mobil dinas ada masuk bengkel,” kata Petrus Gero.

Wakil Ketua DPRD Lembata Begu Ibrahim ditemui di ruang kerjanya kemarin mengatakan, jika mobil pimpinan itu belum.dibeli, s baiknya dibatalkan saja pembeliannya dan anggarannya digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan lain yang lebih penting.

Namun, jika sudah telanjur diadakan, dan nanti diberikanneoada pimpinan Dean untikmdigunakan maka sebagimpimoinan Dewan ia patut memanfaatkannya.

“Harusnya kalau mau jujur, pimpinan setelah dilantik.langsung mobil baru. Karena.mobil ini sudah peninggalan pimpinan.lama,” katanya.

Namun, jika masih ada prioritas-prioritas untuk kegiatan lain yang lebih penting dan emergensi, ada baiknya didahulukan. Walau seharusnya sebagai pimpinan wajib diberikan fasilitas, namun jika ada hal lain yang lebih penting maka masih bisa menggunakan mobil dinas yang ada dulu.

“Tapi kalau sudah dibeli kita pakai. Tapi karena sedang krisis dan belum datang silakan. Dengan mobil yang ada juga masih bisa jalan. Walau hampir setiap bulan masuk bengkel,” tegas Begu.

Menurut dia, kalau memang ada hal yang lebih urgen seperti antisipasi ancaman kelaparan karena gagal.panen maka jika belum.dibeli dan masih bisa dibatalkan sebaiknya dibatalkan saja.

“Kita pakai mobil yang ada saja yang penting ke mana-mana bisa jalan. Tapi kalau mereka sudah beli ya kita manfaatkan,” tegasnya.

Ia juga memaklumi kondisi keuangan daerah, sehingga walaupun seharusnya Pemda dan DPR periode yang lalu sudah anggarkan pada APBD 2019 lalu, sehingga sebelum pelantikan pimpinan kendaraan sudah siap semua seperti di kabupaten lain.

Sekretaris DPRD Lembata Burhanudin Kia yang hendak diwawancarai tak mau berkomentar. “Soal itu saya no coment. Masih dalam.proses,” tandas Kia.

Anggota Komisi 1 DPRD Lembata Paulus Makarius Dolu mengatakan, pengalokasian anggaran pengadaan mobil untuk pimoinan Dewan tidak.lagi melalui pembahasan di Komisi 1 namun sudah langsung dibahas di tingkat Badan Anggaran (Banggar). Sehingga, secara pribadi ia tak begitu mengikutinya apalagi ia juga bukan anggota Banggar.

Hanya saja, lanjutnya, alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar lebih untikmoengadaan mobil dinas pimpinan Dewan itu dipandang perlu karena mobil dinas ketua Dewan sering onar dalam.perjalanan. AC-nya pun sudah tidak berfungsi dengan baik.

Soal penanganan ancaman gagal panen dan persoalan lain yang membutuhkan anggaran, kata Dolu, juga akan tetap menjadimoerhayian dalam mekanisme pengalokasian anggaran. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *