Didesak Mundur, ini Jawaban Kepala PLN Lembata Soal Listrik di Atadei

Didesak Mundur, ini Jawaban Kepala PLN Lembata Soal Listrik di Atadei

Lembatanews.com – Menyikapi tudingan lambatnya manajemen PLN Lembata dalam menuntaskan persoalan pemasangan jaringan dan sambungan rumah untuk menyalakan listrik di rumah-rumah penduduk dari 15 desa di Kecamatan Atadei, ini jawaban Kepala PLN Cabang Lembata Darius Uren saat dikontak lembatanews.com ke ponselnya, Minggu (13 Oktober 2019).

Darius Uren menjelaskan, persoalan listrik di Kecamatan Atadei yang meliputi 15 desa yang sampai saat ini belum menyala disebabkan karena masih dalam proses pengerjaan jaringan. Pengerjaan jaringan di wilayah ini sedikit terlambat karena kondisi geografis.

Saat ini, kata Uren, pihaknya sedang konsen menyelesaikan pemasangan jaringan.

“Sekarang kita sedang finishing. Kalau jaringan sudah selesai dipasang, kita sosialisasi dulu desa-desa yang sudah baru kasih nyala listrik,” tegas Uren.

Dikatakannya, tidak masuk akal jika pemasangan jaringan yang sudah menelan biaya begitu besar, lalu PLN tidak melakukan pemasangan jaringan ke rumah warga untuk menerima pelanggan. Hanya saja, mekanisme kerja PLN sudah baku. Setelah jaringan siap baru dilakukan sosialisasi dan listrik dinyalakan.

Menyoal pungutan oleh kontraktor instalatir, Uren menjelaskan bahwa sejak awal pekerjaan jaringan, pihaknya sudah mengimbau para kepala desa (kades) di Atadei agar selama pengerjaan jaringan, jangan terlebih dahulu ada pengerjaan instalatir di rumah-rumah warga.

Namun, ada kepala desa yang bekerja sama dengan kontraktor instalatir dan mengumpulkan uang dari masyarakat. Mereka juga yang menjanjikan kepada masyarakat listrik akan segera nyala sehingga akhirnya menimbulkan masalah seperti saat ini.

“PLN sama sekali tidak lakukan pungutan. Berapa pun uang itu, satu sen pun tidak dinikmati PLN. Kami selama ini tidak pernah lakukan pungutan satu rupiah pun,” tegas Uren.

Menjawab desakan mundur yang dikemukakan anggota DPRD Lembata Petrus Bala Wukak, Uren dengan enteng menjawabnya bahwa selama ini PLN sudah bekerja sesuai prosedur. Selama ini, lanjutnya, pihaknya tidak pernah melakukan pungutan satu rupiah pun seperti pelaksanaan pekerjaan jaringan di Wulandoni yang dikerjakan tanpa hambatan dan setelah selesai pemasangan jaringan baru dilakukan instalatir dilanjutkan tahapan sosialisasi. Sehingga saat ini masyarakat sudah menikmati listrik PLN. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *