Dinas Koperindag Diajari Siasat Pemantauan Harga Sembako

Dinas Koperindag Diajari Siasat Pemantauan Harga Sembako

 

Lembatanews.com – Permasalahan penyebaran Covid-19 saat ini ditengarai telah memicu kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Hal itu juga sempat mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Lembata dengan tokoh agama Kabupaten Lembata di Kuma Resor, Senin, 6 April 2020.

Karena itu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata diminta untuk melakukan operasi pasar guna memantau harga sembako mulai.dari kios-kios kecil hingga ke toko-toko besar.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam video converensi dengan pimpinan OPD juga mengajarkan trik jitu memantau harga kepada Dinas Koperindag agar tidak diketahui para pedagang.

Menurut Bupati Sunur, jika petugas Dinas Koperindag yang ASN atau yang sudah biasa turun memantau perkembangan harga, tentu sudah diketahui para pedagang. Sehingga, mereka akan menyampaikan harga yang belum dinaikkan.

Karena itu, lanjutnya, harus disiasati dengan menurunkan petugas lain kerja sama dengan Intel Kesbangpol yang turun memantau dengan berbelanja. Setelah belanja, minta dibuatkan nota agar bisa memantau harga sembako.

Dengan metode itu, ia yakin, bisa menangkap perilaku pedagang yang menaikan harga sesuka hati.

Ia juga minta Dinas Koperindag untuk memastikan bahwa phisical distancing sudah benar-benar diterapkan di pasar-pasar yang masih diizinkan beroperasi.

“Di pasar sudah lakukan phisical distancing, jangan omong saja tapi tidak ada yang awasi. Kalau tidak laksanakan phisical distancing pasar akan ditutup. Belanja harus berjarak. Koperindag turunkan dibackup up Satpol PP lakukan pengawasan dan pengendalian di pasar,” tegas Bupati Sunur.

Kepada pimpinan OPD juga diminta untuk membantu mencari solusi mengatasi melemahnya pasar yang berimbas pada persoalan ekonomi masyarakat. Sayur dan ikan saat ini sudah kurang laku di pasar. Pimpinan oPD agar membantu mencari link untuk membeli sayur.

Bahkan, ia mendorong agar kebutuhan sayur para ASN disuplai ke rumah masing-masing dengan menunjuk salah satu staf di masing-masing OPD.

“Beli sayur dari masyarakat setiap hari. Bukan ke pasar tiap hari. Koordinasi agar staf satu ditugaskan beli sayur dan antar ke seluruh staf kantor,” kata Bupati Sunur. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *