Dinas Pertanian Latih Petani Buat Bokasih dan Pestisida Nabati

Dinas Pertanian Latih Petani Buat Bokasih dan Pestisida Nabati
Peserta pelatihan menyimak materi yang disampaikan dalam pelatihan yabag digelar di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Senin, 28 September 2020.

 

Lembatanews.com – Maraknya penggunaan pupuk pestisida kimia secara masif yang berdampak pada kesehatan manusia, mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata mencari alternatif menggunakan pestisida organik. Untuk itu, dinas melatih kelompok tani membuat pupuk Bokasih dari kotoran sapi dan pembuatan pestisida nabati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata drh Mathias AK Beyeng dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan, Senin, 28 September 2020 mengatakan, pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk bokashi kotoran sapi, pembuatan pestisida nabati (daun mimba, serai, tembakau) dan budidaya sampai pada panen dan pasca panen serta pemasaran tembakau bagi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Amakaka dan Kelompok tani pembudidaya tembakau dari Sesa Wowong dilaksanakan kerja sama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

*Materi pelatihan kali ini sangat penting dan diharapkan peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh sungguh karena materi ini sangat penting yang berkaitan dengan keamanan pangan dan kesehatan manusia terutama masyarakat Lembata,” katanya.
*
Sebab, akhir akhir ini penggunaan pestisida kimia pada tanaman secara masif memiliki resiko kandungan kimia yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.

Karena itu, perlu diimbangi dengan penggunaan pestisida organik bahkan mengimbau agar slogan kembali ke alam (back to nature) perlu digalakkan kembali.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ade Hasan Yusup dalam paparan materinya tentang budidaya tembakau, panen dan pasca panen sampai dengan pemasaran menjelaskan, pemerintah tetap memotivasi dan memfasilitasi kelompok tani. Jika ada kendala di lapangan agar disampaikan kepada pemerintah melalui dinas teknis terkait.

Dalam pelaksanaan, tidak hanya fokus pada budidaya tetapi juga harus dipikirkan hingga panen dan pasca panen.

“Dan lebih penting adalah pemasaran dalam bentuk bahan setengah jadi maupun sudah siap dalam bahan jadi sebelum produk tembakau dipasarkan dengan demikian akan memberikan nilai tambah dan keuntungan kepada petani pembudidaya,” tandas Ade Hasan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *