Dinkes Lembata Target Rapid Test 5.000 Jamaah Peserta Solat Id

Dinkes Lembata Target Rapid Test 5.000 Jamaah Peserta Solat Id
Petugas dari Puskesmas Wairiang melakukan rapid test kepada jamaah peserta solat id di Desa Kalikur, Kecamatan Omesuri, Selasa, 11 Mei 2021.

 

Lembatanews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lembata dalam upayanya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata saat pelaksanaan solat id, melakukan rapid test terhadap jamaah peserta solat id. Dinkes menargetkan melakukan rapid test kepada 5.000 jamaah peserta solat id di delapan kecamatan di Kabupaten Lembata.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata drh Mathias AK Beyeng kepada lembatanews.com, Selasa, 11 Mei 2021.

Dokter Mantho, sapaan akrab drh Mathias AK Beyeng menjelaskan, sesuai hasil rapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lembata, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), dan kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, sudah disepakati untuk melaksanakan rapid test terhadap para peserta solat id baik yang dilaksanakan di masjid maupun di lapangan terbuka.

Dikatakannya, pelaksanaan rapid test pada H-2 dan H-1 menjelang pelaksanaan solat id perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah melibatkan sebanyak 30-an orang petugas analis yang bertugas di Puskesmas di delapan kecamatan dibantu petugas analis dari Puskesmas Waiknuit, Kecamatan Atadei. Pelibatan tenaga analis dari Kecamatan Atadei mengingat di kecamatan itu tak ada masjid dan umat Islamnya pun tidak ada.

“Ada kurang lebih 30 orang petugas analis yang kami libatkan untuk lakukan rapid test di delapan masjid di delapan kecamatan,” kata Dokter Mantho.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan rapid test, pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan hasil rapid test bagi semua peserta solat id yang sudah menjalani rapid test.

Ia menambahkan, selain melakukan rapid test, pada saat solat id juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, petugas atau panitia perayaan di masing-masing masjid wajib mengatur jarak, menggunakan masker, dan menyediakan desinfektan.

“Pelaksanaan solat id kali ini dilaksanakan dalam prokes (protokol kesehatan) yang sangat ketat,” tandas Dokter Mantho. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *