Dipulangkan karena Antisipasi Covid-19, Warga Binaan Lapas Lembata Seakan Enggan Berpisah

Dipulangkan karena Antisipasi Covid-19, Warga Binaan Lapas Lembata Seakan Enggan Berpisah
Warga binaan Lapas Kelas III Lembata mengangkat SK pembebasan mereka setelah diserahkan, Sabtu, 4 April 2020.

 

Lembatanews.com – Sesuai Permenkumham No. 10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidanan dan Anak melalui Asimilasi dengan ketentuan warga binaan yang dibebaskan yakni yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020, bagi anak yang setengah  masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, bagi narapidanan dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012, yang tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga Negara asing seakan menjadi pemisah bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata. Keluar dari lapas sebelum selesai.masa hukumannya itu seakan membuat mereka enggan meninggalkan tempat yang selama ini telah membatasi ruang gerak mereka di luar lapas.

Namun, siapa sangka, jika saat mau menghirup udara kebebasan di.luar Lapas, ternyata ada warga binaan di Lapas Kelas III Lembata yang seperti enggan pergi dari tempat itu.

 

Kepala Lapas Kelas III Lembata Andreas Wisnu Saputro menyerahkan SK pembebasan kepada salah satu warga binaan.

 

Bahkan, linangan air.mata dan tangisan tak bisa mereka bendung saat berpamitan dengan Kepala Lapas Kelas III Lembata Andreas Wisnu Saputro dan segenap jajaran, para pegawai dan pembina di tempat itu. Mereka berpelukan seakan tak ingin berpisah. Tangisan tak hanya datang dari warga binaan yang akan pergi meninggalkan lapas, namun tangisan juga tampak di wajah para pembina dan.pegawai di Lapas.

Ternyata, keharuan dan tangisan seakan tak.mau.keninggalkan Lapas itu terjadi karena hal yang sangat sederhana namun dahsyat maknanya. Mereka sudah seperti satu keluarga besar.

Devina Djo, salah satu pegawai di Lapas Kelas III Lembata saat memberikan arahan sebelum penyerahan SK.

 

Hal itu diakui Kepala Lapas Kelas III Lembata Andreas Wisnu Saputro. Kepada wartawan saat ditanyakan soal keharuan yang timbul saat melepas para warga binaan, ia menjelaskan bahwa seluruh aspek kehidupan di Lapas Kelas III Lembata, dibangun dalam nuansa kekeluargaan.

Seluruh warga binaan yang menjalani masa hukuman pidananya di lapas sudah dianggap sebagai keluarga. Sehingga, ia pun.krnyaoa warga binaan bukan sebagai narapidana, tetapi sebagai teman dan sahabat. Mereka diperlakukan sebagai sahabat, saudara, dan keluarga. Bahkan, terkadang warga binaan menganggap mereka sebagai orang tua selama.mereka menjalani masa pembinaan di lapas.

Karena itu, saat hendak meninggalkan lapas, tak hanya suasana bahagia yang ditunjukkan, namun juga suasana haru dan sedih karena harus berpisah dari “keluarga” yang selama ini sudah bersama di rumah besar Lapas Kelas III Lembata.

Sehingga, lanjutnya, warga binaan tidak merasa hanya sekadar menjalani masa hukuman pidananya, tetapi juga didorong menjadi manusia yang baik dan berguna bagi keluarga dan masyarakat.

Warga binaan saat keluar dari pintu gerbang lapas.

 

Karena itu, sebelum melepas mereka pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga, Wisnu Saputro berpesan kepada mereka agar kembali dan berkumpul bersama.keluarga dan harus.menjadi berguna bagi keluarga.

Ia menjelaskan bahwa, para warga binaan dikembalikan untuk berkumpul bersama keluarga dalam status asimilasi dan masih ada ikatan dengan Lapas.

Pembebasan itu dilakukan karena meruoakan program Kemenkumham dan dalam rangka pencegahan Covid-19 yakni untuk mengurangi kepadatan di Lapas.

Sehingga, ia.mengingatkan kepada warga binaan agar setelah di rumah jangan bepergian dulu kalau tak terlalu penting. Selain untuk bisa lebih banyak waktu berkumpul bersama keluarga, juga agar terhindar dari tindak pidana baru.

Untuk Lapas Kelas III Lembata, terangnya, terdapat sebanyak 25 orang yang sudah dibebaskan dalam.program.ini. lima orang sudah lebih dahulu dibebaskan pada Jumat, 3 April 2020, dan 20 orang lainnya baru dibebaskan pada Sabtu, 4 April 2020. Selanjut, akan ada empat warga binaan lainnya yang akan menyusul dibebaskan pada Senin, 6 April setelah melalui proaes penyidangan. (tim lembatanews)

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *