Dua Orang Meninggal, Netizen Ramai-ramai Kutuk Pelaku Hoax Tsunami

Dua Orang Meninggal, Netizen Ramai-ramai Kutuk Pelaku Hoax Tsunami
Warga Kota Lewoleba yang mengungsi sementara di Bukit Anugerah Kasih di Belakang Pasar Lamahora, Sabtu, 17 April 2021 dini hari.

 

Lembatanews.com – Kepanikan warga Kota Lewoleba akibat adanya hoax air laut pasang atau tsunami pada Sabtu, 17 April 2021 dini hari sekitar pukul 00.25 menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Seorang warga yang shock, terjatuh dan dibawa ke Rumah Sakit Bukit Lewoleba akhirnya meninggal dunia. Sementara seorang nenek yang menyeberang jalan untuk lari ke daerah aman ditabrak sepeda motor dan dilarikan ke RSUD Lewoleba. Ia akhirnya meninggal dunia.

Terhadap peristiwa itu, netizen Ramai-ramai mengutuk para pelaku penyebar hoax tsunami. Di laman Facebook (FB), banyak postingan bernada menghujat dan meminta polisi segera mencari dan memproses hukum pelaku penyebar hoax.

Pemilik akun FB Pius Paku Blokok Blokok menaikan status, polisi wajib menindak oknum penyebar berita hoax. Saya hanya ingin agar cerdas itu penting dalam membaca informasi, baik media cetak dan elektronik, apalagi media sosial.

Badai Seroja masih meninggalkan bekas, pasti perasaan orang masih diselimuti ketakutan.

Mohon pihak yang berwajib segera menindak tegas pelaku penyebaran informasi hoax.

Pemilik akun FB Sevant Rolandstone menulis, tolong jangan bikin panik warga. Kita yang sampai pertengahan Atadei karena situ tempat yang agak tinggi. Kata orang-orang harus lari ke bagian yang lebih tinggi. Aduh Wewe tolong jangan bikin panik masyarakat.

Jecki Chan, pemilik akun FB lainnya pun menulis, pihak berwenang harus menyelidiki dan mencari orang yang menyebarkan informasi hoax ini karena telah banyak meresahkan masyarakat sampai menyebabkan korban jiwa.

Putri Vira pun menulis, segera diusut penyebar hoax yang meresahkan masyarakat.

Sementara Yuliana Watun menulis yang kasih info tidak jelas itu sampai-sampai ada yang meninggal tu semoga dia juga aman-aman saja. Tuhan yang tahu.

Extrim Hurek menulis, cari, dapat, injak sampai babak belur.

Sedangkan pemilik akun FB Leon Black menulis, cari penyebar hoqx-nya bila perlu diadili dan buat masyarakat juga jangan terlalu percaya dengan dugaan yang dibuat orang linglung.

Masih banyak netizen yang menulis status bernada mengecam dan memaki bahkan mengancam tindakan pelqku penyebar hoax yqng menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Kota Lewoleba hingga menyebabkan dua warga meninggal dunia.

Kendati Sabtu, 17 April 2021 dini hari tadi sempat terjadi kepanikan, namun sejak pagi aktivitas masyarakat sudah kembali normal.

Setelah pemerintah mengeluarkan pengumuman resmi tak terjadi tsunami dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing dan tetap waspada, Sabtu dini hari, warga yang lari meninggalkan rumah berangsur kembali ke rumah masing-masing. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *