Dua Tahun Kumpul Uang, Sampai HUT ke-20 Otda Lembata, Warga Atadei belum Nikmati Listrik

Dua Tahun Kumpul Uang, Sampai HUT ke-20 Otda Lembata, Warga Atadei belum Nikmati Listrik

Lembatanews.com – Pada peringatan HUT ke-20 Otonomi Daerah Kabupaten Lembata, masih ada jeritan dari warga rakyat Kabupaten Lembata yang belum menikmati layanan listrik PLN. Padahal, warga dari 15 Desa di Kecamatan Atadei itu sudah sejak tahun 2017 lalu mengumpulkan uang untuk pemasangan jaringan masuk ke rumah. Tetapi, hingga dua tahun berjalan, listrik yang didambakan itu tak kunjung menyala.

Anggota DPRD Lembata dari Fraksi Partai Golkar Petrus Bala Wukak kepada wartawan dalam jumpa pers di Anisa Cafe, Sabtu (12 Oktober 2019) mengatakan, warga dari 15 desa di Kecamatan Atadei mengumpulkan uang untuk kepentingan pemasangan listrik. Warga juga sudah merelakan tanamannya ditebang untuk pemasangan jaringan, namun hingga kini masyarakat brlum.juga dapat menikmati listrik.

Padahal, kata Bala Wukak, pemasangan jaringan primer sudah dilakukan setelah warga merelakan tanaman produktifnya ditebang untuk mempermudah pemasangan jaringan.

“Jaringan sudah oke, uang rakyat sudah diambil, hasil tanaman komoditi sudah direlakan ditebang. Tapi sampai dua tahun listrik tidak menyala. Saya sempat bisik ke Pak Menteri ESDM Ignasius Jonan waktu resmikan BBM satu harga untuk tegur pimpinan PLN wilayah NTT soal keterlambatan ini,” tegas Bala Wukak.

Dia menegaskan bahwa persoalan itu harus dikawal terus agar menghindari ada upaya memperdayai masyarakat sebab sudah dia tahun uang disetor namun listrik tak kunjung menyala.

Baru-baru ini, terang Bala Wukak, para kepala desa se-Kecamatan Atadei sudah mendesak pimpinan PLN Lembata untuk membuat surat pernyataan segera merealisasikan pemasangan listrik di rumah warga. Jika tidak, mereka.mengancam akan menyegel kantor PLN Lembata.

“Kalau tidak pasang maka maka kepala desa akan kerahkan rakyatnya duduki PLN. Sudah dibuatkan pernyataan untuk itu kalau tidak ada itikad baik dari PLN untuk jawab harapan masyarakat itu karena sudah terlalu lama masyarakat menanti program Indonesia terang yang diprogramkan presiden terjawab dan dinikmati masyarakat,” tandas Bala Wukak. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *