Dua Titik Api Tersisa di Lereng Ile Lewotolok Berhasil Dipadamkan Helikopter BNPB

Dua Titik Api Tersisa di Lereng Ile Lewotolok Berhasil Dipadamkan Helikopter BNPB
Foto udara titik api di Gunung Api Ile Lewotolok yang berhasil dipadamkan helikopter bantuan BNPB. Foto dokumentasi BNPB.

 

Lembatanews.com – Api yang membakar hutan dan lahan di lereng gunung Ile Lewotolok sejak sepekan terakhir, akhirnya berhasil dipadamkan. Api berhasil dipadamkan dari udara berkat kerja keras tim menggunakan helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata. Dua titik api terakhir yang dipadamkan berada di wilayah menuju arah Desa Jontona dan Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur.

Tim yang dipimpin Kapten Stanislaus tiba di Lewoleba pada Selasa, 3 Agustus 2021 dan dari Maumere. Setibanya pada pukul 09.00, tim langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter.

Demikian dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata Thomas Ola Langodai kepada wartawan dalam jumpa pers di rumah jabatan lama, Selasa, 3 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, pemadaman api di Ile Lewotolok, dilakukan sekitar pukul 09.00 setelah helikopter bergerak dari Maumere, Kabupaten Sikka.

Sesuai permintaan kepada BNPB untuk mengirim helikopter dan telah disetujui oleh kepala BNPB sehingga pada Senin, 2 Agustus 2021 pukul 14.00 helikopter sudah berada di Maumere dan di bawah komando Kapten Stanis dan tiga rekannya, langsung terbang ke puncak gunung untuk memadamkan api.

Pemadaman dilakukan pada dua titik di Desa Jontona dan Todanara dan menuntaskan misi ya pada pukul 12.00.

“Titik api di seputaran Petuntawa, Riangbao, Kolontobo, Waipukang, telah padam secara alamiah oleh hujan dan dua titik tersisa Jontona dan Todanara pun telah dituntaskan oleh misi dari BNPB,” kata Thomas Ola.

Pemerintah, kata dia, sangat berterima kasih kepada kepala BNPB, Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang sungguh sangat tanggap terhadap bencana di daerah-daerah termasuk Lembata. Pemerintah bahkan tidak pernah berpikir permintaan direspons begitu cepat dan langsung menarik helikopter dari Riau.

Ia menjelaskan, luas areal terbakar mencapai 246 hektare dan masih berada di areal puncak dengan radius 2.000 meter sehingga belum memasuki lahan pertanian dan perkebunan warga.

Kepada para kades, camat dan pemangku kepentingan di desa, ia mengimbau agar mengedukasi masyarakat jangan membakar hutan sembarang dan kebun sekalipun. Biarkan rumput jadi pupuk untuk tanaman. Harus pula bergotong-royong untuk menghijaukan gunung yang gundul setelah zona siaga berlalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali menambahkan, dari foto satelit pertama kawasan hutan dan lahan Denpasar terdapat 20 titik api terpantau sampai 30 Juli. Hujan, lanjutnya, telah memadamkan titik lainnya dan tersisa dua titik di Jontona dan Todanara. Kehadiran helikopter membantu memadamkan api dan akan menyampaikan foto udara terupdate untuk memastikan dua titik api sudah dipadamkan.

Namun dari laporan sementara, dua titik api tersisa sudah berhasil dipadamkan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *