Dukung Pariwisata Lamalera, Gubernur Laiskodat Resmikan 21 Homestay

Dukung Pariwisata Lamalera, Gubernur Laiskodat Resmikan 21 Homestay
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat berbicara di hadapan masyarakat Lamalera, Selasa, 28 Juli 2200.

 

Lembatanews.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meresmikan 21 Homestay saat berkunjung ke Desa Lamalera B, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Selasa, 28 Juli 2020. Pengresmikan Lamalera Victory Homestay itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap pariwisata Lamalera terutama tradisi penangkapan ikan paus secara tradisional.

Di hadapan warga Lamalera, Gubernur Laiskodat meminta agar budaya penangkapan ikan paus dinarasikan secara tepat dan lebih baik.

Sebab, ke depan, yang dijual adalah prosesi penangkapan ikan paus, bukan daging ikan paus. “Saya minta supaya dinarasikan secara tepat untuk bisa dijual ke dunia. Kita tahu masih ada masalah dengan penangkapan ikan paus. Sehingga harus dinarasikan secara tepat,” tegas Gubernur Laiskodat.

Gubernur Laiskodat datang ke Lamalera dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Lembata. Pada hari pertama, sebelum ke Lamalera, Gubernur bersama rombongannya melakukan rapat pamong praja di Desa Pasir Putih, Mingar.

Acara yang dipandu Camat Wulandoni Frans Dangku itu berlangsung singkat. Gubernur Laiskodat sempat melihat MCK yang direhab dengan biaya provinsi, sebelum menyampaikan sambutannya. Dia tampak sumringah melihat kebersihan yang tampak.

Dalam sambutannya, ia mengakui masih ada soal dalam prosesi penangkapan ikan paus di Lamalera. Namun ia mengingatkan untuk menarasikan secara tepat budaya leva di Lamalera. Sehingga bisa dijual ke dunia internasional.

Dikatakannya, pihaknya akan terus mendorong destinasi wisata estate Lamalera dalam usaha meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga Bupati Lembata juga diminta untuk bisa melakukan kerja sama dengan pemerintah desa, provinsi dan pusat dalam mendorong pariwisara Lamalera.

Soal jalan yang masih buruk, dia berjanji untuk terus mendukung pembangunan jalan yang sedang dikerjakan saat ini. “Lewoleba – Lamalera harus bisa lebih cepat lagi. Kita akan upayakan bangun jalan sampai Lamalera, sehingga cukup waktu dua jam atau satu jam lebih saja sudah tiba di Lamalera,” tandas Gubernur Laiskodat, disambut tepuk tangan hadirin.

Gubernur Laiskodat juga berjanji untuk terus mendukung upaya-upaya menyiapkan masyarakat pariwisata Lamalera. “Kita harus mulai mempersiapkan diri. Masyarakat juga harus bersiap diri untuk menerima tamu. Homestay ini merupakan salah satu cara kami mendorong pariwisata Lamalera. Kita bangun pariwisata berbasis masyarakat,” tandasnya.

Sedikitnya, 21 homestay yang dibangun dari dana APBD I NTT tahun anggaran 2019, yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dengan pendampingan LSM Pondok Perubahan. Kamar-kamar rumah penduduk direhab dan diisi perabot menyerupai kamar hotel. Begitu juga MCK, dan fasilitas umum berupa panggung, MCK umum dan kapel di pantai Lamalera.

Sebelum meninggalkan Lamalera, Gubernur Laiskodat sempat melihat naje (rumah pledang-perahu penangkapan ikan paus) di Pantai Lamalera. Dalam kunjungan singkat itu tidak ada dialog dengan masyarakat. (Aksinews/tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *