Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, Yayasan Plan Indonesia Siapkan HT

Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, Yayasan Plan Indonesia Siapkan HT
Diskusi Yayasan Plan Indonesia Area Lembata bersama awak media di kantor Yayasan Plan Indonesia Area Lembata, Rabu, 18 Agustus 2021. 

 

Lembatanews.com – Perhatian Yayasan Plan Indonesia untuk kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Lembata tak diragukan lagi. Dalam upayanya mendukung pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19, Yayasan Plan Indonesia menyediakan handy talky (HT) untuk lima sekolah di Kedang dan Lebatukan.

Erlina Dangu, Manager Program Implementasi Area Lembata Yayasan Plan Indonesia dalam diskusi bersama awak media di Lewoleba, Lembata, Rabu, 18 Agustus 2021 mengatakan, pihaknya ikut memberikan dukungan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Mengingat di sejumlah daerah masih sulit mengakses jaringan internet, maka Yayasan Plan Indonesia menggunakan metode pembelajaran jarak jauh lewat HT.

“Akses ke jaringan internet belum ada jadi tantangan bagi anak dengan konsep belajar daring. Otomatis tidak dapatkan pembelajaran ketika internet tidak stabil. Jadi diskusi dan ambil langkah gunakan HT yang paling memungkinkan, mengingat alternatif gunakan radio tapi izin frekwensi di Lembata pun sulit,” terang Erlin Dangu.

Karena itu, pihak ya memasang HT di lima sekolah yang ada di Kedang dan Lebatukan.

Selain fokus mendukung kegiatan pembelajaran, lanjutnya, Yayasan Plan Indonesia juga berupaya memberikan pemahaman literasi keuangan sejak dini kepada anak-anak. Untuk itu, telah dipersiapkan tabungan khusus bagi anak guna mempersiapkan diri menghadapi kondisi bencana.

Terdapat tabungan senilai Rp250 ribu per anak, yang disediakan sebanyak 10.053 orang anak.

“Ada tabungan siaga bencana yang disisihkan agar saat bencana ada modal. Belajar dari dua bencana erupsi dan bencana Seroja kebutuhan akan uang tunai tinggi. Kadang-kadang bantuan yang dikasih tidak jadi kebutuhan keluarga, sehingga tabungan ini dapat digunakan sambil menunggu bantuan dari pemerintah dan lembaga lain,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, sedang dilakukan tender dengan lembaga keuangan untuk nanti dibuatkan MoU dengan ketentuan lembaga keuangan bersedia mencairkan uang minimal tiga hari supaya bisa diakses oleh anak dan keluarga setelah mendapatkan rekomendasi dari Yayasan Plan Indonesia bahwa benar keluarga anak khusus anak dampingan.

Selain itu, untuk mendukung keluarga tangguh bencana dalam rehab rekon, Yayasan Plan Indonesia juga akan menyiapkan pertanian cerdas iklim. Kegiatannya dilakukan di enam desa pilot denga target 200 keluarga dan 25 anak muda perempuan dipersiapkan menjadi pemimpin. Fokusnya di wilayah terdampak di Ile Ape dan di Kedang difokuskan di Wailolong dan Wowon. Untuk kegiatan ini akan bermitra dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *