Dukung Pemerintah Atasi Penyebaran Covid-19, Pengusaha Lembata Siap Datangkan Rapid Test

Dukung Pemerintah Atasi Penyebaran Covid-19, Pengusaha Lembata Siap Datangkan Rapid Test
Video converence drngann para pengusaha dari Kuma Resort yang dihadiri juga pimpinan bank di Lembata, Selasa, 21 April 2020.

 

Lembatanews.com – Para pengusaha besar di Kabukaten Lembata menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dalam menangani pencegahan.oenyebaran Covid-19 di Kabukaten Lembata. Para pengusaha siap membantu mengadakan rapid test untuk mendukung Pemda karena para pengusaha juga menyadari kemampuan keuangan daerah yang terbatas dalam meengatasi Pandemi Covid-19.

Hal itu mengemuka dalam video converence antara Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dengan para pengusaha dari rumah jabatan Bupati Lembata, Kuma Resort, Selasa, 21 April 2020.

Di awal pertemuan virtual itu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur terlebih dahulu menggambarkan situasi penanganan Pandemic Corona-19 di Kabukaten Lembata. Bupati Sunur menjelaskan bahwa saat ini di Kabulaten Lembata, telah terjadi penambahan dua orang yang hasil rapid testnya reaktif sehingga total tiga orang dan saat ini sudah diisolasi di RSUD Lewoleba.

Dikatakannya, target pemerintah agar situasi ini secepatnya pulih dan masyarakat dapat beraktivitas secara normal dan membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan semuampihakmdimibta termasuk dengan pengusaha.

“Saat ini Pemda kesulitan rapid test agar semua yang masuk bisa dilakukan rapid test. Stok di pemerintah daerah 162 dan sudah dipakai 22 rapid test dan masih tersisa 140 dan nanti setiap orang dilakukan dua kali rapid test. Agar nyaman, maka semua pendatang dilakukan rapid tests. Hanya ketersediaan rapid test yang tidak ada,” tegas Bupati Sunur.

Karena itu, lanjutnya, untuk Kabupaten Lembata dibutuhkan kurang lebih 1.000 unit rapid test. Sehingga, paling kurang dapat dilakukan rapid test kepada 500 orang.

Sehingga, ia mengimbau kepada para pengusaha di Lembata dapat ikut membantu pemerintah dalam.mengatasimoersoalan itu.

“Kesulitan rapid test. Saya berharap inisiatuf pengusaha yang ada apakah bersama-sama siapa yang bisa mobilisasi alat itu dengan cara masing-masing atau berkelompok datangkan alat tadi supaya cepat lakukan rapid terhadap semua agar berikan kenyamanan bagi kita semua agar bisa pulihkan kegiatan,” harapnya.

Menyikapi permintaan dan imbauan Bupati Sunur itu, para pengusaha pun menyatakan siap membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Michael dari Toko 51 mengatakan, saat ini ia sudah memesan sejumlah APD seperti 500 masker medik, 500 masker kain, dan APD lainnya yang akan tiba dalam waktu dekat lewat kapal Tol LAUT.

Sedangkan soal rapid test sesuai oenyampaian bupati, ia mengatakan akan diuoayakan untuk Kabuoaten lemvata.

Dia mengatakan, jika memesan rapid test dari China, bisa didapatkan dengan harga yang jauh lrbih murah, yakni dengan harga Rp50-60 ribu per unit. Namun, jika diadakan di Indonesia, harganya bisa mencapai Rp300 ribu per unit. Sehingga, jika Lembata membutuhkan 1.000 unit maka dibutuhkan sekitar Rp300 juta untuk mendatangkan rapid test.

“Tali kalau beli di China bisa dapatkan dengan harga paling mahal Rp100 ribu per unit,” katanya.

Sementara itu, Yan Sunur, or gusaha lainnya mengatakan, penanganan pencegahan Covid-19 harus menjadi tanggung jawab seluruh pengusaha di Lembata agar jangan terlalu membebankan pemerintah.

Ia juga mengajak agar untuk pengadaanhya, seluruh pengusaha langsung berhimpun dalam satu kelompok dikoordinir oleh Ben Tenti sehingga pengadaannya bersamaan bisa tiba bersama di Lembata.

“Terpenting perlu diperhitungkan berapa banyak yang diadakan dan diperlukan,” katanya.

Ako Titi, dari Toko El Tian mengatakan, apa yg disampaikan Bupati soal peran serta pengusaha yang merupakan bagian dari pengusaha Lembata berperan atasi persoalan yang dihadapi harus disikapi karena disadari bahwa APBD tidak dapat mengcover semua kebutuhan dalam pennganan Covid-19.

Ia juga mengatakan, jika diadakan perorangan, akan menghadapi kesulitan. Sehingga pengusaha perlu bersatu dalam satu kelompok agar memudahkan oemesanagndan pengadaan.

Video converence dihadiri lebih kurang 12 pengusaha berskala besar di Lembata, di antaranya Toko 51, Naga Mas, Himalaya, El Tian, Cipta Karya, Toko Anugerah, Taruna Jaya, Olimpic, dan sejumlah pengusaha lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sunur meminta para pengusaha agar tak terlalu lama bersikap agar dapat membantu mengatasi situasi itu sehingga dalam pertengahan bulan Mei nanti, sudah bisa kembali normal aktivitas danmpasat sudah dapat dibuka.

Ia juga mengajak lara ongusaha untuk membantu masyarakat dengan membagikan paket sembako. Pemerintah siap.memfasikitasindengan menunjuk titik-titik penyakitan bantuan dan pengusaha dapat langsung memberikan bantuan itu kepada masyarakat. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *